[ REVIEW NOVEL ] “Oh Achilles!” by Tasaro

oh

Judul: Oh, Achilles!
Penulis: Tasaro
Penerbit: Syaamsil Cipta Media
Tebal: 218 halaman
Kategori: Fiksi
——————————————————————————————-

Review pertama!!! 🙂

Datang dari sebuah novel berjudul “Oh Achilles!” karya Tasaro yang diterbitkan oleh penerbit Syaamil tahun 2006 yang lalu. Sudah lama sih, tapi karena kapan hari saya kembali membaca buku ini, jadi tertarik untuk membuat tulisan tentang novel ini hehe~

Sedikit cerita, saya membeli novel ini pada tahun 2007 saat mewakili SMA saya untuk festival seni se Jawa Timur, yang diadakan di Asrama Haji Surabaya. Sekolah saya mewakili seni teater dengan—yang kalau saya tidak salah ingat—judul teater yang kami bawakan saat itu “Orang Muda”. Setelah pentas, kami punya waktu beberapa menit untuk keliling asrama yang sepanjang lorongnya penuh orang jualan dan akhirnya mata saya tertumbuk pada satu buku dengan judul yang mengingatkan pada mitologi Yunani dan Roma yang saya suka sejak SMP.

Tanpa banyak pikir, saya langsung bayar buku tersebut tanpa menawar seperti yang kebanyakan pembeli lain lakukan. Sekilas dari synopsis, saya juga menangkap bahwa buku tersebut menuliskan tentang seni teater yang kala itu saya sedang gandrungi.

Oke, jadi mari kita mulai resensinya hehe~

“Oh Achilles!” dimulai dengan adegan perkelahian antara siswa nakal bernama Bono dengan seorang siswa pindahan. Meski Bono terlihat sangat ditakuti di sekolah tersebut, pada kenyataannya justru siswa pindahan yang memenangkan perkelahian itu meski pada akhirnya seorang guru memergoki aksi mereka dan mengusut perkaranya. Nala Bentar, nama siswa pindahan itu, dan Bono dkk akhirnya diskors atas perkelahian ini.

Adalah Nala Bentar, seorang pemuda “tersesat” dikarenakan konflik keluarga dan memori mengerikan di sekolah yang lama. Ia akhirnya pindah ke Bogor, ke rumah ayah tirinya. Di sekolah barunya, dia menjadi bahan perbincangan karena sifatnya yang cenderung buas. Membuat Sheila, ketua ekskul teater, menawarinya peran sebagai Achilles—yang terkenal pemberani dalam sejarah perang Troya—kendati Nala tidak sedikitpun menunjukkan tanda-tanda setuju. Gadis itu mengiming-imingi Nala bahwa lawan main Nala adalah Zeva, temen sekelas Nala, yang akan berperan sebagai Helen. Sementara hubungan Nala-Zeva sangat buruk dikarenakan sikap Nala yang seakan-akan menghancurkan niat baik Zeva untuk berteman dengannya.

Berita tentang dimasukkannya nama Nala dalam pementasan drama SMA, terlebih lagi langsung mendapat peran utama, menarik perhatian majalah sekolah dan membuat Iboth—selebriti yang bersekolah di sana—kalah pamor. Atas desakan teman-temannya, Iboth yang iri dengan popularitas Nala, akhirnya berusaha mendekati Zeva dengan berbagai maksud, meski pada akhirnya ia harus berperang melawan kenyataan perasaannya pada gadis itu.

Di sela-sela kesibukan latihan teater, Nala iseng mengikuti kegiatan Karya Ilmiah dimana Sulaiman—dipanggil Sule—adalah ketuanya dan nantinya akan menjadi sahabat pertama Nala. Yang banyak memberikan masukan-masukan saat mereka brainstorming tentang macam-macam hal, termasuk masalah perasaan Nala pada Zeva.

Ada banyak hal yang terjadi selama hari-hari Nala menuju perubahan positifnya. Menyangkut keluarga, kehidupan sosial, dan percintaannya.

PENDAPAT PRIBADI :

Saya percaya bahwa buku bagus tidak dilihat dari penerbit, judul, sinopsis, cover, atau bahkan jumlah halaman di dalamnya. Saya banyak menemukan kejutan-kejutan tanpa sadar saat membaca buku. Sering saya dibuat kecewa oleh sebuah cerita yang saya sukai sinopsisnya yang terlihat sangat mengharu biru, namun berkebalikan dengan isinya. Dan judul yang saya pikir ecek-ecek pernah membuat saya hampir menangis terharu karena isinya yang bagus. Jadi intinya memutuskan membeli buku itu sama seperti tebak-tebak berhadiah hahaha~

“Oh Achilles!” adalah salah satu karya yang patut diacungi jempol. Dengan isinya yang tipis untuk sebuah novel (218 halaman, termasuk halaman depan dan profil penulis), buku ini banyak memberikan wawasan. Meski tidak dituliskan secara mendetil, beberapa topik dalam diskusi Karya Ilmiah yang diikuti Nala banyak membuat saya dalam hati berkata, “Iya juga, sih~”. Terlebih tentang bagaimana Nala-Sule berbincang tentang arti dari sebuah perasaan suka.

Konfliknya tidaklah rumit, namun disajikan dengan amat bagus sehingga terlihat pelik. Permainan kata bung Tasaro bagus sekali, namun tidak ada kalimat ajaib meski beberapa kata tidak biasa dibaca oleh saya yang jarang pakai kata-kata unik selama menulis.

Untuk jalan cerita “Perang Trojan” yang diusung novel ini, sebenarnya agak beda dengan versi yang saya ketahui/baca. Tapi tidak menjadi masalah buat saya karena toh mitologi punya banyak versi. Yang saya suka adalah bagaimana buku ini menggambarkan bahwa perang Trojan bukanlah murni salah Helen, namun lebih kepada konflik suku dan semacamnya. Sementara dari mitologi yang saya baca, diceritakan para istri Zeus yang arogan datang pada Paris, yang terkenal arif, untuk menentukan siapa yang paling cantik. Salah seorang dari mereka menjanjikan pada Paris sebuah hadiah yang adalah Helen. Membuat Paris mengusahakan segala cara untuk merebut Helen dari suaminya, dan pecahlah peperangan.

SAYA SUKA ENDINGNYA!! Maka dengan senang hati saya akan mengatakan, “Anda semua harus baca buku ini!!”.

4koma5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s