[ REVIEW NOVEL ] “Pangeran Langit” by Aveus Har

pageran langit

Judul : Pangeran Langit
Penulis : Aveus Har
Penerbit : Sheila (Penerbit Andi)
Tebal : 168 halaman
Kategori : Fiksi

——————————————————————————————-

“Apakah jodoh memang sudah dituliskan di buku takdir jauh sebelum kita lahir? Ataukah kita harus mencarinya dan memperjuangkannya? Atau mungkin hanya keberuntungan semata?

Takdir memang misteri. Manusia hanya bisa mengira dan menduga ke mana takdir atas pilihan hidupnya bergulir. Karena Tuhan mengaruniai akal dan budi. Karena manusia bukan sebentuk boneka.”

——————————————————————————————-

Langit masih berusaha menemukan pangeran berkuda putih yang siap membawanya ke kerajaan di usia yang hampir menginjak kepala tiga. Kegagalan cinta di usia muda membuatnya selektif dalam urusan jodoh. Berkali-kali menolak pria yang datang padanya dengan alasan takut menaruh harapan untuk dikecewakan kemudian.

Dijuluki Friend’s Wedding Syndrome oleh Setya—sahabatnya sendiri—karena Langit tidak pernah menghadiri perkawinan teman-temannya, disebabkan “perasaan nelangsa oleh pencarian yang tak kunjung bertemu belahan jiwa” yang kerap muncul setiap kali ia melihat teman-temannya duduk di kursi pelaminan.

Roro, salah seorang teman Langit di kantor ikut membantunya dengan mengenalkan Langit pada seorang laki-laki bernama Lukman—sahabatnya. Sebenarnya Roro menyukai Lukman, namun karena Roro tidak pernah menemukan tanda-tanda perasaannya terbalas, maka ia memilih mundur dan mencari pria lain. Di samping itu, Guntur—lelaki yang pernah dekat dengan Langit namun Langit memutuskan menjauh sejak seluruh karyawan kantor sering mengolok-olok lelaki itu sebagai pria feminism—juga berbaik hati mengenalkan saudaranya pada Langit. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Langit menerima tawaran baik Roro maupun Guntur.

Dalam suatu insiden, Setya dan pacarnya—yang lebih muda dan mereka akan segera menikah—bertengkar dan muncul seorang pria yang disebut-sebut memicu pertengkaran keduanya. Pria ini kemudian muncul di hadapan Langit dan bahkan tanpa berkenalan, ia tahu banyak hal tentang Langit. Kendati Langit telah menggantungkan rasa percayanya pada Lukman, toh wanita itu tetap dihantui rasa penasaran yang akhirnya membuatnya mengorek semua hal tentang pria yang akhirnya diketahui bernama Surya itu.

Dalam perjalanannya menambatkan hati, Langit harus kembali—mau tak mau—merasa sakit hati saat ia kembali dilangkahi adiknya, untuk kedua kali, menuju jenjang pernikahan. Berlanjut pada kesedihan akibat kenyataan pahit yang sekali lagi harus ia rasakan dan perasaannya terkoyak. Lantas pada siapa hati Langit akan berlabuh?

PENDAPAT PRIBADI :

Saya membacanya selama dua jam. Novel yang singkat, namun mengesankan. Bagaimana penulis mengemas perasaan Langit yang terombang-ambing karena cinta yang tak pernah mau berpihak padanya, bahkan hampir kehilangan logika dan menyalahkan Tuhan.

Saya juga suka hubungan pertemanan Langit-Setya yang sama sekali tidak pernah memutus persahabatan entah sehebat apapun mereka bertengkar mulut saat Langit tersinggung atas tindakan Setya yang memasukkannya pada biro jodoh. Hanya dengan satu kata simpel yang sudah teramat sering kita dengar, maaf, mereka kembali berbaikan. Saya selalu mendambakan persahabatan yang seperti ini.

Dan terimakasih pada penulis yang sedikit membuka mata saya untuk menerima kondisi saya yang sekarang hahaha~ Semoga saya pun akan menemukannya, pelabuhan tempat saya menambatkan kapal layar saya yang sudah lama terombang-ambing laut kesepian 🙂 (A/N : malah curhat..)

4

Karena saya meminjam novel ini di perpustakaan kota dan kondisi sampul yang tak layak dipajang, jadi saya mengunduh penampakan cover novelnya dari Google.

Advertisements

2 comments on “[ REVIEW NOVEL ] “Pangeran Langit” by Aveus Har

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s