[ REVIEW NOVEL ] “Cloud(y)” by Achi TM

293189_3150903871622_1466885255_n

Judul : Cloud(y)
Penulis : Achi TM
Penerbit : Sheila (Penerbit Andi)
Tebal : 415 halaman
Kategori : Fiksi

——————————————————————————————————-

Biarkan gerimis yang berbicara semua tentang kita dan kita menyimak.
Tapi agak aneh….semua tentang kita?

Berapa banyak memangnya kenangan yang sudah kita buat?

 ——————————————————————————————————-

Mendung yang kehilangan kedua orangtuanya saat gadis itu beranjak SMA, tumbuh menjadi wanita yang jarang tersenyum dan selalu terlihat mendung di wajahnya. Bersama sahabatnya Verani, yang menuntunnya keluar dari goa hitam kesedihan setelah kematian orangtua, Mendung berusaha meraih cita-citanya memiliki EO yang bergerak di bidang kepenulisan, diawali dengan bekerja di bawah naungan BlitZ—EO besar di kota tersebut.

Mendung menyukai seseorang yang belum ia ketahui namanya yang sering melewati kompleks rumahnya yang ia tinggali dengan sang nenek, ia sering menceritakan hal tersebut kepada Verani. Suatu hari dalam misi menjual barang-barang mediang orangtuanya—atas ide gila Verani yang berdalih mereka butuh uang untuk mewujudkan cita-cita mereka memiliki EO, Mendung bertemu dengan laki-laki yang ia sukai tersebut. Dan ia akhirnya tahu bahwa nama pria itu adalah Geri. Namun sayang kedatangan Geri bukan karena ia tertarik pada barang-barang orangtua Mendung, tapi lebih kepada undangan Verani. Dan Mendung harus dibuat kecewa saat Geri lebih tertarik untuk mengajak Verani makan malam alih-alih dirinya pada akhir kunjungannya di toko dadakan itu.

Setelah makan malam dengan Geri, Verani memberi kabar kalau mereka bisa diterima bekerja di BlitZ meski posisinya masih selaku membagi-bagikan brosur. Masih dengan membawa harapan untuk mewujudkan impiannya, Mendung bersedia bekerja di BlitZ meski sisi hatinya yang lain semakin merasa cemburu pada Verani yang menjadi lebih dekat dan akrab dengan Geri. Puncaknya Mendung harus melihat dengan mata-kepalanya sendiri saat Verani dan Geri bercumbu saat BlitZ tengah mengadakan sebuah event besar. Merasa ditusuk dari belakang, Mendung mengajak Verani bicara empat mata dan tanpa Mendung nyana, Verani menunjukkan wajah asli yang selama ini ia sembunyikan dengan topeng berwujud gadis manis dan setia kawan. Dan Mendung semakin terpuruk akibat pemecatan dirinya dari BlitZ atas tuduhan hilangnya barang kantor karena kelalaian, tanpa Verani mau membelanya.

Setelah terpuruk dalam kurun waktu yang lama, Mendung dipertemukan dengan Niko dan Niki bersaudara yang memiliki tujuan untuk mengusir mendung di wajahnya. Sementara seorang pria yang mengaku mengenal Mendung sejak lama—dan Mendung tidak tahu itu siapa—pun kerap muncul setiap kali Mendung sedih, pria yang akhirnya diketahui bernama Awan.

Bersama Niko dan Niki, Mendung banyak menemukan arti hidup dan mencoba untuk sekali lagi merangkak keluar dari lubang hitam penuh konyaku yang menghimpitnya. Mereka menciptakan EO kecil dan Mendung mewujudkan cita-cita sekali lagi mulai dari nol. Awan pun turut serta bekerja di WEV—nama EO milik Mendung—setelah perekrutan yang dibuat Niko.

Sejak berdirinya EO ini banyak konflik-konflik yang mewarnai hari-hari Mendung ke depannya. Mulai dari Verani yang kerap muncul untuk menyaingi EOnya, masalah keluarga Niki yang menguji persahabatan Mendung dan Niki, kematian sang nenek, sampai masalah perasaan yang menyeret banyak orang.

PENDAPAT PRIBADI :

Novel ini bagus, andai saja bisa dituliskan lebih baik lagi. Ada beberapa moment yang ditulis sambil lalu oleh penulisnya padahal menurut saya perlu dibeberkan untuk mendukung jalan cerita. Seperti saat Mendung harus masuk Rumah Sakit karena typhus yang menyerangnya dan membuatnya semakin dekat dengan tokoh X (bisa dibaca sendiri hehe~), penulis hanya menjelaskannya dalam bentuk paragraf saja dan lebih fokus pada adegan lain.

Hampir seperempat jalan cerita berisi bagaimana Mendung menjalani harinya yang suram. Sempat juga merasa bosan dengan narasi panjang tentang bagaimana Mendung bersedih hati, membuat saya teringat pada seorang (mantan) teman yang setiap hari mengeluhkan masalah keluarganya. Haha~ sepertinya saya orang yang jahat sekali ya.

Selebihnya dari novel ini sudah bagus, terlebih dengan bagaimana penulis berusaha mengajak kaum wanita kembali bangkit dari keterpurukan dan tetap terus mengejar mimpi.

tiga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s