[ REVIEW NOVEL ] “Rhapsody” by Mahir Pradana

rhapsody

Judul : Rhapsody
Penulis : Mahir Pradana
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 319 halaman
Kategori : Fiksi

———————————————————————————————

Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah.
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.

Masih kuatkah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pulang akan menjadi jawaban.

———————————————————————————————

Abdul Latif yang akrab dipanggil Al adalah pemilik bisnis hostel yang dinamai “Makassar Paradise”. Mengantongi harapan supaya bisnis hostelnya bisa menjadi tempat dimana para turis asing dan lokal bertukar info dan pengalaman, Al bersemangat mengembangkan usahanya itu meski sang kakak perempuan sendiri menyangsikannya dan justru malah ingin menjual tempat itu yang awalnya merupakan hotel warisan dari mediang kedua orangtua mereka.

Berdua dengan Bebi, asistennya, Al melalui beberapa bulan di hostel yang sepi. Para pelancong, terutama turis lokal, masih belum terlalu berminat akan hostelnya. Sampai suatu hari, seseorang bernama Miguel datang membawa misi membalas budi pada Al—karena menolong ibunya di suatu malam di Berlin, bisa baca di bukunya untuk lebih jelas—dan nantinya akan menjadi salah satu orang yang membantu lancarnya usaha hostel milik Al. Seorang tour guide bernama Simon pun tak lama direkrut untuk memandu para turis keliling tempat wisata dan situs sejarah sebagai salah satu bentuk servis yang ditawarkan “Makassar Paradise”.

Terselip di antara kesuksesan “Makassar Paradise” yang mulai nyata, muncullah Sari. Teman SMP Al yang pindah ke Sukabumi, dan keduanya sempat berpacaran beberapa saat meski dalam jarang jauh dan hanya bisa saling sapa lewat Facebook. Kehadiran Sari kontan langsung melenyapkan bayangan Nadia—yang juga mantan pacar Al. selama Sari menginap beberapa hari di “Makassar Paradise”, ia dan Al sering jalan-jalan dan menggali memori. Dan sepertinya keduanya pun masih saling kagum satu sama lain.

Namun kedatangan Sari ternyata pun juga mulai memunculkan tunas curiga di hati Al pada Miguel saat suatu pagi Al mendengar bahwa Sari pergi berselancar dengan pria berkewarganegaraan asing itu. Dan saat mengantar Sari ke bandara untuk bertolak ke Manado, Al akhirnya memberanikan diri meminta hati Sari kembali. Namun Sari meminta Al untuk benar-benar melupakan Nadia sepenuhnya sebelum Sari bisa mengisi kembali hati laki-laki itu. Dan mereka kembali lost contact.

Hari-hari Al dalam mengelola “Makassar Paradise” tidaklah selalu berjalan mulus. Masalah demi masalah mulai mengantri untuk membebani Al. Selain masalah perasaan, Al juga dibuat panik oleh sang kakak yang melakukan percobaan bunuh diri, Miguel yang diberitakan meninggal, sampai obat-obatan terlarang yang ditemukan di salah satu kamar inap di “Makassar Paradise”.

.

.

.

Mungkin saya sudah pernah menuliskan bahwa saya membaca sebuah novel, selain tertarik pada ending cerita, saya akan memilih berdasarkan pada tagline dan blurb yang bagus. Dan blurb Rhapsody ini sukses menarik perhatian saya. Covernya yang manis dengan awan, tangga, cincin, dan amplop, entah kenapa menghadirkan pertanyaan sendiri untuk dicari jawabannya.

Begitu membaca beberapa paragraf di “ucapan terima kasih”, saya semacam dikasih warning bahwa saya harus menyiapkan diri untuk membaca sebuah cerita tentang tur keliling dunia sementara saya agak lemah berimajinasi tentang negara-negara asing di luar Asia Timur hahaha lalu berbekal beberapa video Super Junior saat berada di Paris dan Hawaii entah kenapa sedikit membantu membayangkan beberapa situasi di negara-negara luar Asia yang banyak dijadikan setting novel ini.

Kemudian dibandingkan dengan mengikuti jalinan asmara Al-Sari, saya lebih tertarik mendalami persahabatan Al-Miguel. Buat saya persahabatan antar cowok itu unik—meski nggak tahu di sebelah mananya, mereka jarang cekcok, dan kalaupun ada masalah yang bisa bikin adu hantam nyatanya mereka bisa cepet baikan lagi. Mungkin ya karena mereka jarang bawa-bawa perasaan dan sakit hati dan blablabla gitu ya?! Nggak seperti cewek hahaha

Kelebihan novel ini : saat cerita bersetting di luar negeri, cara penggambaran tempat-tempat yang dikunjungi tokoh dalam novel terlihat nyata. Mungkin karena mas Mahir pernah main-main ke sana ya, jadi semacam paham bagaimana menuliskan seperti apa tempat-tempat itu secara detil. Ditambah foto-foto dokumentasi yang jadi nilai plus, like…….niat banget mas Mahir-nya bikin cerita! Keren!!!

Kekurangannya : terlepas dari ada atau tidak adanya typo, saya belum menemukan kekurangan sih. Paling-paling cuma hints Al-Sari yang kurang banyak. Namun mengingat kalau ini novel bawa-bawa travel sebagai salah satu pondasinya, maka tidak salah kalau travelling dan bisnis hostel yang lebih banyak dapat porsi. Yang nulis cowok sih ya, romancenya emang kadang kurang dibanding cerita buatan novelis cewek. Tapi tetap, Rhapsody ini karya yang bagus.

4

Advertisements

2 comments on “[ REVIEW NOVEL ] “Rhapsody” by Mahir Pradana

  1. Pingback: Rhapsody Recap | Mahir Pradana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s