[ REVIEW NOVEL ] “Aku Tahu Kamu Hantu” by Eve Shi

aku

 

Judul : Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis : Eve Shi
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 208 halaman
Kategori : Fiksi – Horor


Aku hanya ingin meminta tolong,
Karena kamulah satu-satunya orang
yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mengerti isyaratku
.


Bagi sebagian orang, ulang tahun ketujuh belas adalah ulang tahun istimewa dimana mereka akan mulai dianggap dewasa dengan mendapat kartu identitas bahkan lesensi mengemudi yang tidak akan mereka dapatkan di tahun-tahun sebelumnya.

Namun berbeda bagi Olivia.

Ulang tahunnya yang ketujuh belas justru adalah awal munculnya kemampuannya melihat makhluk dunia “lain”. Dimulai dengan terdengarnya isak tangis dan munculnya sosok serba putih dengan rambut awut-awutan saat ia dan Kenita—teman sebangkunya—pergi ke toilet, Olivia kini jadi bisa melihat keberadaan makhluk-makhluk halus. Yang paling parah adalah saat salah seorang siswa bernama Frans yang sudah berhari-hari meninggal, muncul di dalam kelasnya dan matanya menyorotkan amarah pada salah satu teman sekelas Olivia.

Penasaran dengan keberadaan Frans, yang Olivia yakin sudah meninggal, gadis itu mencoba untuk berinteraksi dengan arwahnya dan akhirnya memutuskan untuk mencari dimana jasad anak laki-laki itu yang menurut sang arwah masih ada di daerah sekolah. Dan pada malam saat ia melakukan pencarian itu, Olivia harus adu kekuatan dengan trio sekolah yang hobi menggencet para siswa plus kenyataan tentang sahabatnya—Daniel—menyangkut kematian Frans.

 

.

 

.

 

.

 

Selain karena saya orangnya cukup parno dengan hal-hal mistis—karena pernah di”ganggu” saat masih SMP—blurb novel ini sempat membuat saya tidak minat membacanya. Karena saya pikir, si hantulah yang akan jadi tokoh utama novel ini. Pikir saya, “Gimana hantu bisa ngomong? Dialog?”

Tapi lewat akun twitter penerbit, ada banyak retweet tentang testimoni pembaca mengenai novel ini. Bahkan sebelum mereka membuka segel atau membacanya. Ada yang bilang, banyak keanehan saat mereka masih pegang novel ini di toko buku. Bahkan katanya di salah satu toko buku, novel ini selalu membuat sirene di pintu keluar bunyi sekalipun sudah dibayar di kasir.

Berawal dari situ, akhirnya saya memutuskan untuk membacanya 🙂 Dan ternyata bukan sang hantu tokoh utamanya hehe~

Berikut beberapa poin plus di novel yang saya suka :

  1. Covernya bagus, sederhana. Ada gambar bunga mawar, yang kalau jeli, di tengahnya ada gambar tengkorak.
  2. Gambar mawar pada cover tersebut juga dijadikan sebagai pembatas buku 🙂 cantik~
  3. Tiap bab selalu diselipi gambar hantu laki-laki berseragam sekolah. Dari mulai dia masih jauh, dan perlahan mendekat. Sampai pada bab terakhir, dia siap menerkam muka kamu. Hiiiy~
  4. Teman Olivia yang bernama Kenita, punya panggilan “Ken” (abaikan ini hahaha~)
  5. Olivia digambarkan benar-benar sebagai heroine. Bagaimana dia, dengan caranya sendiri, berusaha menemukan jasad Frans. Meski itu pun harus berhadapan dengan Terrific Trio.
  6. Endingnya!!!!! Karena memang seharusnya begini lah cara mengakhiri sebuah cerita horor!! Saya suka!! The terror doesn’t end here!!!

Kemudian beberapa poin minus dari saya (saya abaikan typos dan kesalahan tanda baca) :

  1. Ilustrasi hantu anak laki-laki yang dijadikan selipan di pembuka bab akan lebih bagus kalau dibuat berwarna. Selain itu, buat saya, itu bukanlah gambar hantu melainkan zombie. Jadi rasanya agak aneh, karena—buat saya—hantu dan zombie sudah beda spesies(?)
  2. Buat saya karakter dalam novel ini terlalu banyak. Ada banyak nama yang harus saya ingat. Dan untuk pembaca yang ingatannya nggak terlalu bagus seperti saya, ini agak jadi masalah.
  3. Mengomentari poin (5) dari poin plus di atas. Meski saya bilang Olivia adalah heroine di sini, tapi ada kalanya saya pikir sedikit mustahil seorang anak perempuan—seberani apapun dia—mau mengambil resiko dengan menemukan jasad seseorang yang sudah meninggal seorang diri. Saya juga punya murid les yang bisa melihat sosok-sosok semacam “itu” dan dia sudah terbiasa jika memang sialnya harus ketemu dengan “mereka”. Tapi tetap saja menemukan jasad orang yang sudah meninggal lewat bantuan arwahnya adalah misi yang tidak bisa dilakukan seorang diri.

But afterall, novel ini sudah cukup memuaskan saya!!!! Eve Shi-san sangat tahu bagaimana menggambarkan sosok-sosok mistis ya hehe~ Sialnya imajinasi saya pun ikut menggambarkan seperti apa wujudnya.

Tulang hidung bolong?

Pipinya sobek sampai kelihatan giginya?

Atau kulit mukanya terkelupas?

Ditambah….darah yang tidak hentinya mengucur dan belepotan di mukanya?

AAAAAAARRRGGGHHH~

 

4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s