[ REVIEW NOVEL ] “The Chronicles of Ghazi #1” by Sayf Muh. Isa & Felix Y. Siauw

ghazi

Judul : The Chronicles of Ghazi #1
Penulis : Sayf Muhammad Isa
&
Felix Y. Siauw
Penerbit : Penerbit Mizan
Tahun Terbit : Februari 2014
Tebal : 305 halaman
Kategori : Novel Islam


MUHAMMAD II AL-FATIH dan VLAD III DRACULA
menjadi wakil dari pertarungan haq dan bathil,
antara Kesultanan Usmani dan Kerajaan Eropa
Timur, dan takdir mereka sudah digariskan untuk
berbenturan sejak kelahirannya.
Dan inilah kisah mereka.

Sinopsis :

Orang-orang Usmani berusaha untuk memerdekakan wilayah-wilayah yang masih dalam kekuasaan pemimpin kafir dan keji. Di bawah naungan Islam, mereka menghancurkan siapa saja yang berusaha menghalangi niat baik mereka itu.

Sejujurnya kaum Usmani membenci peperangan. Bahkan sebelum melakukan pembebasan wilayah, mereka selalu terlebih dahulu mengirim utusan yang membawa pesan ajakan masuk Islam—yang jika mereka menolak mengubah keyakinan, mereka bisa membayar semacam denda yang akan diberikan pada kaum miskin di wilayah mereka. Namun sering kali pesan yang mereka bawa disambut dengan respon tidak baik, bahkan hampir selalu dibalas dengan pernyataan perang. Sehingga kaum Usmani tidak punya pilihan lain untuk menyingkirkan penghalang Islam tersebut.

Penaklukan pertama yang ditulis dalam buku ini adalah wilayah Velbudz. Wilayah ini ditaklukkan secara damai oleh kaum Usmani. Setelah mendengar janji dan kesepakatan yang diberikan Islam, Vitko Fregadovic yang merupakan Voivode (semacam pangeran) Velbudz sendiri akhirnya meneguhkan hati dan memutuskan memeluk Islam. Dan bersama pasukan gagah Usmani, Fregadovic ikut berperang di jalan Islam.

Selain Fregadovic, ada seorang pendeta yang turut membantu pasukan Usmani menaklukkan kejahatan penguasa kafir, yakni Pendeta Peter. Dia yakin, pun agamanya sendiri tidak pernah mengajarkan untuk hidup dengan ketamakan, keji, dan haus darah. Sehingga ia memilih untuk melawan pasukan perang salib bersama kaum Usmani kendati orang-orang yang dia perangi itu memiliki keyakinan yang sama sepertinya.

Tentunya usaha kaum Usmani untuk memerdekakan wilayah-wilayah di bawah tangan penguasa kafir tidak selalu berhasil. Beberapa kali mereka harus dirundung kekalahan akibat kalah jumlah dan juga adanya pengkhianat di tubuh pasukan perang milik mereka, dan tidak sedikit pula pejuang-pejuang gagah yang gugur karena itu. Perang besar meletus saat kaum Usmani dan orang-orang kafir memperebutkan tanah Nicopolis, yang diawali oleh kekalahan besar kaum Usmani di kota Oryahovo. Sementara pasukan perang salib mendapatkan banyak bala bantuan dari berbagai pihak dan semakin kuat, mampukah kaum Usmani menyempurnakan jihad mereka?

REVIEW :

Buku ini merupakan karya duet Felix Y. Siauw dan Sayf Muh. Isa serta merupakan buku Islam pertama yang saya baca. Waktu itu saya beli karena tertarik dengan blurb novel yang tertulis kata “Dracula”. Covernya pun bagus, mengingatkan saya akan novel “Oh, Achilles!” dan membuat saya yakin kalau isi cerita ini bersettingkan peradaban pada masa yang lalu 🙂

Pada bab awal, kita akan disuguhi penjelasan para tokoh dalam buku ini. Dan saya cukup dibuat pusing karena karakternya banyak sekali hahaha~ ditambah lagi, semua nama di dalamnya bukanlah nama-nama familiar dan punya kemiripan pengucapan satu sama lain. Beberapa kali saya masih harus mengintip halaman perkenalan itu setiap ada tokoh baru yang muncul. Akhirnya saya memutuskan untuk menghafalkan nama-nama tokoh dari kaum Usmani saja yang menjadi pusat cerita—mengabaikan para tokoh antagonis hehehe~

Tokoh yang paling saya suka adalah Vitko Fredagovic, Voivode Velbudz yang memeluk Islam karena merasa semua janji dan aturan yang diberikan Islam sangat bijak. Pada pertempuran pertama yang dia ikuti setelah menjadi mualaf, Fregadovic terluka cukup parah dan sempat hilang dari cerita. Sampai saya pikir dia tewas. Namun kemudian pada bab-bab pertengahan dia kembali muncul YEAAHHH~~ (oke, ini terlalu OOT!)

Poin plus plus plus plus dari buku ini yang bisa saya ambil adalah bahwa buku ini tidak hanya menuliskan perjuangan dan keteguhan hati kaum Usmani membela Islam, tapi juga menyelipkan sedikit pengetahuan tentang agama lain yang sebenarnya mengajarkan ajaran yang sama pada pemeluknya untuk menjadi manusia yang sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Tunduk pada setiap perintah Tuhan (Allah SWT, bagi umat Muslim tentunya) dan selalu hidup membawa kedamaian dengan pemeluk agama lain.

 

3koma5

 

P.S : diikutsertakan dalam “Pos Bareng BBI” Agustus 2014 kategori #Buku2014

posting bareng BBI 2014

Advertisements

One comment on “[ REVIEW NOVEL ] “The Chronicles of Ghazi #1” by Sayf Muh. Isa & Felix Y. Siauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s