[ REVIEW NOVEL ] “Confessions of an Ugly Stepsister” by Gregory Maguire

20140915_111454

Judul : Confessions of an Ugly Stepsister
Penulis : Gregory Maguire
Penerbit : Penerbit Atria
Tahun Terbit : April 2013
Tebal : 442 halaman
Kategori : Fiksi-Fantasi-Misteri


“Letakkan dua gadis di balik kegelapan,
yaitu tempat mereka semestinya,
dan biarkan cahaya menyirami
gadis yang ketiga. Bunga tulip kami,
Clara kami.”


 

Sinopsis :

Margarethe, seorang janda beranak dua—Iris dan Ruth—meninggalkan Belanda menuju Inggris untuk tinggal bersama sang kakek setelah kematian suaminya. Namun harapan itu pupus saat ia mendapati kabar bahwa kakek dan neneknya ternyata telah meninggal. Membuatnya harus mengemis demi mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan hidup bersama kedua putrinya.

Setelah beberapa hari melalui penolakan tawaran bekerja—akibat kata-katanya yang mengerikan, Margarethe bertemu dengan seorang pelukis yang dipanggil Master. Pada Master, sekali lagi Margarethe menawarkan diri untuk bekerja dan kali ini berhasil diterima. Selain pekerjaan dapur yang dibebankan pada Margarethe, Master ternyata punya keinginan untuk melukis Iris sebagai salah satu koleksinya. Permintaan ini sempat ditolak mentah-mentah oleh Margarethe setelah ia melihat sendiri ada banyak lukisan wanita-wanita telanjang di dalam rumah pelukis itu, tak ingin Iris menjadi salah satunya. Namun kebutuhannya untuk bertahan hidup menang, ia memutuskan mengalah setelah Master sendiri pun meyakinkannya bahwa ia tidak akan melukis Iris seperti lukisan-lukisannya yang lain.

Suatu hari, seorang tamu—bernama Van de Meer—datang ke galeri lukisan Master dan kagum akan lukisan pose Iris. Tamu itu meminta Master membawa lukisan Iris sekaligus modelnya untuk dipamerkan di rumahnya yang sebentar lagi akan mengadakan acara. Dalam acara itulah Iris bertemu dengan Clara, sosok yang dianggap changeling dengan fisik sempurna tanpa cacat.

Van de Meer yang merupakan ayah dari Clara ingin agar Master melukis anaknya juga. Namun karena Clara seorang changeling, ia tidak diperkenankan untuk keluar dari rumah sehingga Master yang harus datang ke rumahnya. Iris kembali diminta untuk ikut datang, ia diharapkan bisa menjadi teman untuk Clara yang tertutup. Bahkan Van de Meer juga meminta agar Master membawa Margarethe dan Ruth turut serta untuk dapat membantu pekerjaan rumah tangga di rumahnya. Sejak saat itu, Margarethe dan kedua anaknya tinggal dalam rumah mewah milik Van de Meer.

Masalah mulai muncul saat Henrika, istri dari Van de Meer, meninggal akibat sakit. Margarethe menyatakan diri bahwa ia yang akan menggantikan peran ibu dan mengurus rumah. Namun Clara bukanlah anak patuh dan manis, ia banyak mengeluh dan membangkang serta tidak pernah menyetujui pernyataan Margarethe. Sehingga hubungan mereka tidak pernah akur, hanya pada Ruth dan Iris saja Clara bisa bersikap lebih lunak. Ia menganggap kedua gadis itu sebagai teman sekaligus saudaranya.

Pelayan rumah Van de Meer meninggal tak lama kemudian karena wabah yang menyerang. Selama beberapa hari, dapur dikosongkan karena Margarethe takut Iris dan Ruth akan dihinggapi wabah yang dibawa pelayan tadi. Namun berbeda dengan Clara, ia justru mulai sering mengunjungi dapur, merasa aman dan tenang di sana. Bahkan sesudahnya, ia lebih memilih bekerja layak upik abu dan menjuluki dirinya sendiri sebagai gadis abu—Cinderling, Cinderella.

Masalah keluarga Van de Meer makin pelik saat keuangan mereka terpuruk akibat bisnis bunga tulip yang dijalankan Van de Meer mengalami kebangkrutan. Van de Meer yang didera masalah bertubi-tubi akhirnya stress dan jatuh sakit, membuat Margarethe semakin merasa berkuasa atas rumah pria itu.

Kemudian terdengarlah kabar bawha ratu Perancis akan mengadakan pesta dansa untuk pameran lukisan sekaligus mengenalkan keponakannya—pangeran—pada salah satu gadis Inggris terbaik. Segera saja Margarethe mempersiapkan dirinya dan kedua putrinya untuk menghadiri acara tersebut. Sementara itu, Clara yang memilih bekerja di dapur justru menolak mentah-mentah undangan ke pesta dansa tersebut. Sehingga tanpa sepengetahuan gadis itu, Iris dan Caspar—murid Master pelukis—menyiapkan sihir sederhana untuk “menyeret” Clara si gadis abu datang ke pesta dansa.

Review :

Saya suka bagaimana penulis menciptakan tokoh Iris dan Clara si Cinderella. Iris yang merasa dirinya buruk rupa namun memiliki rasa peduli yang besar, bahkan sering melupakan dirinya sendiri terutama menyangkut perasaannya pada Caspar. Dan Clara si Cinderella, gadis sempurna dengan perangai kurang menyenangkan.

Alurnya rapi dan pas, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Penulis benar-benar mengembangkan dongeng Cinderella ini dengan baik. Kita disuguhi cerita yang sama sekali berbeda dari dongeng yang selama ini kita tahu, bahkan beberapa kali saya lupa kalau saya sedang membaca kisah Cinderella. Alih-alih menyuguhkan cerita fairy tale, penulis mengajak kita untuk melihat kenyataan-kenyataan hidup yang sepertinya memang pernah dihadapi masyarakat Belanda pada masa itu.

Tidak ada Cinderella yang baik hati. Tidak ada ibu tiri jahat yang memaksa Cinderella untuk bekerja di dapur—meski Margarethe memang digambarkan bermulut tajam di sini. Tidak ada ibu peri dengan sihir yang membuat Cinderella serta merta berubah dari upik abu menjadi gadis cantik berpakaian mewah ke pesta dansa. Tidak ada dua kakak beradik gemuk dan kurus yang menawarkan sebelah sepatu mereka agar dipilih sebagai istri pangeran.

Buku bagus ini akan semakin bagus andai saja terjemahannya bisa lebih baik lagi. Saya masih tidak memahami arti sebenarnya dari “changeling” yang sering disebut-sebut dalam buku ini. Bahasanya masih kurang pas menurut saya, membuat saya harus membaca berulang-ulang di beberapa bagian agar paham maksudnya—ditambah saya sendiri memang lemah dalam memahami buku terjemahan.

2koma5 untuk bahasa
4untuk cerita 🙂

Advertisements

2 comments on “[ REVIEW NOVEL ] “Confessions of an Ugly Stepsister” by Gregory Maguire

  1. dari semua review yg saya baca, memang pada ngeluh sama terjemahannya. Memang terjemahannya ribet sih, saya sendiri sampe sekarang belum kelar kelar baca karena bahasanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s