[ REVIEW NOVEL ] “Girls In The Dark” by Akiyoshi Rikako

GITDJudul : Girls In The Dark
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Penerbit HARU
Tebal : 278 halaman
Kategori : Fiksi – Misteri – Thriller – Suspense


Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bula lily.

Pembunuhan? Bunuh Diri?
Tidak ada yang tahu.

.

.

.

Kau…pernah berpikir ingin membunuh seseorang?


Shiraishi Itsumi, ketua Klub Sastra, seminggu yang lalu tewas terjatuh dari teras atas sekolah SMA Putri Santa Maria.

Bunuh diri? Ataukah dibunuh?

Yang pasti, ada pesan yang ingin disampaikan gadis itu dalam kematiannya. Itsumi, yang jasadnya terjatuh di antara pot bunga, menggenggam sesuatu dalam tangannya. Seuntai bunga Lily.

Satu minggu setelah kejadian tersebut, klub sastra mengadakan acara yang rutin diadakan di akhir semester satu di salon klub. Namanya Yami-nabe. Acara yami-nabe diselenggarakan dalam keadaan gelap minim cahaya. Dalam kegelapan acara tersebut, ketua klub sastra yang baru—Sumikawa Sayuri—akan meracik bahan-bahan yang dibawa para anggota secara rahasia dalam sebuah panci. Sambil menikmati hidangan hasil racikan tersebut, masing-masing anggota akan menyampaikan satu per satu naskah hasil karangan mereka untuk mengenang Shiraishi Itsumi sekaligus mengungkapkan mereka tentang kemungkinan siapa yang telah membunuh gadis itu……………yang gosipnya adalah salah satu anggota klub sastra sendiri.

 

Jadwal Pertemuan Rutin ke-16
Klub Sastra SMA Putri Santa maria

  1. Salam Pembuka dan Penjelasan Peraturan Yami-nabe
    oleh Sumikawa Sayuri (Ketua Klub)
  2. Pembacaan Naskah : “Tempat Berada”
    oleh Nitani Mirei (Kelas 1-A)
  3. Pembacaan Naskah : “Macaronage”
    oleh Kominami Akane (Kelas 2-B)
  4. Pembacaan Naskah : “Balkan di Musim Semi”
    oleh Diana Detcheva (Murid Internasional)
  5. Pembacaan Naskah : “Perjamuan Lamia”
    oleh Koga Sonoko (Kelas 3-B)
  6. Pembacaan Naskah : “Pengebirian Raja Langit”
    oleh Takaoka Shiyo (Kelas 2-C)
  7. Pembacaan Naskah : “Bisikan dari Kubur”
    oleh Shiraishi Itsumi (Mantan Ketua)
    dibacakan oleh Sumikawa Sayuri
  8. Salam Penutup
    oleh Sumikawa Sayuri

.

.

.

Selain karena saya mulai menggemari genre misteri, alasan saya tertarik dengan buku ini adalah covernya yang terkesan “menghantui”. Demi mendapatkannya sendiri saya harus mengikuti blogtour yang diadakan penerbit HARU sesaat setelah bukunya diterbitkan. Harus sempat kecewa juga karena ternyata dewi Fortuna tidak ada di pihak saya, which means saya tidak terpilih sebagai pemenang.

Tapi karena covernya yang masih saja terbayang di kepala saya—ditambah sinopsis-sinopsis dari blogtour yang membuat saya penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk beli sendiri bukunya.Rasanya buku ini punya sihir yang memikat saya untuk segera memilikinya. Dan terimakasih untuk bukabuku.com atas bantuannya mendapatkan buku ini, karena buku ini belum beredar di toko-toko buku di kota saya.

Oke, cukup curcolnya. Mari mereview hahahahaha~

Ceritanya unik. Dalam satu buku, kita diajak untuk mendalami masing-masing karakter para anggota klub sastra. Ada delapan bab di dalam buku yang dibagi-bagi berdasarkan susunan acara yami-nabe. Masing-masing bab memiliki POV yang berbeda dari ketujuh anggota.

Meski ketujuh gadis anggota klub sastra punya satu kesamaan, yakni memiliki ambisi untuk mewujudkan cita-cita masing-masing, namun Akiyoshi-sensei dengan hebat mampu membangun karakter masing-masing tokoh hingga wataknya benar-benar terasa berbeda satu sama lain. Cerita di masing-masing bab pun terasa kuat dengan analisis yang tidak bisa dibilang ecek-ecek juga.

Dan endingnya………………ngajak ribut beneran! Yang bener aja endingnya kayak gitu????

Saya bahkan masih heran saat ternyata akhir buku ini sukses membuat saya ternganga. Rasanya saya bisa mengerti kalau ada yang bilang ingin lempar bukunya setelah tahu seperti apa akhir cerita disuguhkan. Di luar dugaan! Keren sekali pokoknya!!

Lalu, terlepas dari ceritanya yang memang bagus sekali, saya mau mengucapkan terimakasih pada penerjemah yang mengalihbahasakan novel ini. Ini novel terjemahan pertama yang menurut saya paling baik. Bahasanya tertata rapi tanpa ada satupun yang terasa dipaksakan. Membuat membaca jadi nyaman dan menyenangkan dari awal hingga akhir cerita.

Serius! Saya belum menemukan cacat dalam bentuk apapun dalam buku ini. Dan pesan saya adalah untuk teman-teman yang mau baca buku ini, “Tidak perlu menebak-nebak siapa yang jadi dalang kasus dalam buku ini. Dan…BOOM!! Biarkan bukunya memberimu kejutan!” 🙂

lima
masing-masing untuk BUKU dan TERJEMAHANnya!! 🙂

Advertisements

3 comments on “[ REVIEW NOVEL ] “Girls In The Dark” by Akiyoshi Rikako

  1. Bener banget niihhh, novelnya tuh bener2 ngasih sensasi aneh pas baca lembar demi lebar. Akhirnya pun semua putri tidak akan bisa menjadi putri selamanya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s