[ REVIEW NOVEL ] “Moon In The Spring” by Hyun Go Wun

moon

Judul : Moon In The Spring
Penulis : Hyun Go Wun
Penerbit : Haru (HARU Media)
Tebal : 395 halaman
Genre : Roman – Drama – Fiksi – Fantasi – K-novel


DalHee tengah mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang dewi. Salah satu syarat untuk diangkat menjadi dewi adalah dengan cara melakukan beberapa kali reinkarnasi di kehidupan manusia. Dari tujuh kali reinkarnasi yang diharuskan, DalHee sudah menyelesaikan enam di antaranya. Hanya tinggal satu reinkarnasi lagi, maka harapannya untuk menjadi dewi akan terkabul. Meskipun begitu, keenam reinkarnasi yang sudah ia lakukan tidak ada satupun yang berakhir dengan baik—dikarenakan DalHee masih muda dan kepribadiannya yang terkadang kekanakan.

Saat ia bertekad untuk bisa mendapatkan kesempatan reinkarnasi yang jauh lebih baik, DalHee mendengar sebuah suara meminta tolong dari dunia manusia. Seorang gadis, yang terbaring lemah di Rumah Sakit, menginginkan nyawanya segera dipanggil karena ia tidak ingin hidup lebih lama. Merasa iba, DalHee turun ke dunia manusia bahkan tanpa ijin dari Kaisar Langit. Ia merasa harus melakukan sesuatu. Gadis yang tengah sekarat itu butuh bantuan. Dan DalHee memutuskan untuk membantunya.

Kang MinHyuk, seorang laki-laki dingin yang nyaris tidak memiliki rasa kemanusiaan, bertunangan dengan Yoon JiWan dengan tujuan ingin merebut perusahaan milik gadis itu dan menjadikannya sebagai perusahaan gabungan milik(ayah angkat)nya. Awalnya ia tidak peduli semua hal yang menyangkut tentang JiWan. Bahkan saat gadis itu kritis di Rumah Sakit pun, MinHyuk tidak menunjukkan sedikit pun simpati. Dan bahkan cenderung kesal.

Namun saat JiWan bangkit dari kematiannya di Rumah Sakit, MinHyuk tidak lagi mengenalinya. JiWan yang ia kenal tidak seperti ini. JiWan yang ia kenal tidak punya semangat hidup. JiWan yang ia kenal adalah tipikal gadis penurut dan tertutup. JiWan yang ia kenal tidak memiliki sorot mata yang penuh kehidupan. JiWan yang ia kenal…tidak pernah membuat hatinya terasa hangat,

.

.

.

Cinta? Aku…terhadap wanita ini? Tidak. Aku tidak ingin lagi merasakan cinta. Tetapi aku juga tidak ingin melepaskan wanita ini.

Cinta? Kepada pria ini? Tidak bisa. Untuk yang satu ini…tidak bisa. Tetapi kalau tidak denganku, kepada siapa lagi pria ini akan berpaling? ㅡ hal. 212-213

.

“Siapa pun di dunia ini sebenarnya sendirian. Kau merasa kesepian? Artinya kau manja.”

“Menurutku tidak seperti itu. Selama berada di dunia ini, setiap manusia harus menjalani hidup mereka dengan orang lain. Lalu, ketika kita mulai merasa kesepian, artinya kita sedang ingin dicintai.”

“Cinta? Kau masih percaya hal seperti itu?” ㅡ hal. 225

.

“…Aku tidak akan melupakanmu sampai aku mati. Aku akan terus membawa ingatanku tentangmu. Bahkan kalau nanti aku terlahir kembali, aku tidak akan melupakanmu.”

“Berjanjilah kepadaku kalau kau tidak akan melupakanku. Dan…berjanjilah kalau kau akan langsung mengenaliku nantinya. Dalam satu tatapan saja.” ㅡ hal. 359-360

.

Kalau kau bersikap terlalu baik seperti ini, aku jadi punya alasan untuk tetap berada di sini. Tetapi aku pun tidak mungkin memintamu bersikap buruk. Bagaimanapun aku tetap menyukaimu. Apa yang sebaiknya kulakukan. ㅡ hal. 358

.

.

.

Ini novel yang saya dapatkan dalam sebuah keberuntungan memenangkan kuis di salah satu radio online di Malang hehehe padahal iseng sih ikutan dulu, bahkan jawaban saya cenderung ngaco. Eh tapi malah jawaban saya yang terpilih. Alhamdulillah~ 😀

Jujur, saya suka dengan ide ceritanya. Bahkan perkembangan ceritanya juga sebenarnya menarik. Baik DalHee yang dalam misi memanusiakan Kang MinHyuk, maupun masa lalu MinHyuk yang tragis. Namun saya merasa ada banyak bagian cerita yang dipaksakan. Beberapa adegan juga rasanya hanya ditulis sebagai pelengkap—atau kalau saya boleh sedikit kejam, rasanya malah seperti hanya penghias saja. Lalu ada juga adegan yang menurut saya perlu dijelaskan lebih jauh malah ditulis ala kadarnya. Membuat saya sempat beberapa kali putus asa bacanya hahaha~

Saat saya tahu apa maksud buku ini diberi judul “Moon In The Spring”, saya merasa covernya kurang mewakili. Dan karena saya baru saja baca “So, I Married The Anti-Fan” dengan alih bahasa yang te-o-pe be-ge-te, jadi begitu berpindah ke buku ini, rasanya kok kurang sekali? Orz
Saya tidak bilang kalau jelek kok. Tapi untuk pendapat saya pribadi, memang rasanya masih ada beberapa poin yang harus dibenahi dalam buku ini—selain typo, tentu saja. Jadi saya berharap “Moon In The Spring” suatu saat mendapatkan kesempatan untuk cetak ulang lagi dengan cover dan alih bahasa yang lebih baik lagi  🙂

Dalam buku ini, kita akan disuguhi cerita yang menuturkan, bahwa CINTA bisa membuat seseorang berubah. Entah berubah ke arah yang lebih baik, atau mungkin juga lebih buruk. Ambil contoh Ma YoonHa, gadis yang menyukai MinHyuk ini bahkan rela menyewa wartawan untuk mencemarkan nama JiHwan. Atau mungkin Yoon MiRa, adik tiri JiWan yang awalnya berperangai tamak—bahkan nyaris tidak punya sopan santun—berubah menjadi gadis yang baik dan sentimentil saat menyukai I-Gu. (SPOILER!!)

Cinta bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang indah, yang membuat banyak orang saling menyayangi dan saling melindungi. Namun ternyata cinta pun bisa menjadi racun yang dapat mengubah orang menjadi posesif, bahkan tidak ragu untuk menyakiti orang lain demi mendapatkan apa/siapa yang mereka sukai. Karena itu, bijaknya kita mencintai seseorang dengan ala kadarnya, karena tidak semua hal/orang yang kita cintai akan selalu menjadi milik kita. Maka saat melepaskan mereka, kita pun akan lebih ikhlas dan sabar menerimanya 🙂

2koma5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s