[ REVIEW NOVEL ] “Surat-Surat Kasus Untuk Sherlock” by Sir Arthur Conan Doyle

IMG_20151024_135352_HDR

Judul : Surat-surat Kasus untuk Sherlock
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit : Bahtera (Grup DIVA Press)
Tebal : 148 halaman
Genre : Misteri -Fiksi – Crimes – Detektif


Holmes terkenal dengan analisis luar biasanya sejak ia masih muda. Bahkan dalam beberapa kesempatan. Holmes sudah menerima kasus-kasus sejak ia masih mengenyam pendidikannya, dan beberapa di antaranya bukan kasus yang ecek-ecek.

Watson yang selalu tertarik dengan kemampuan teman sekamarnya pun menuturkan tentang kasus-kasus menarik yang mereka tangani—juga kasus yang dihadapi oleh Holmes muda seorang diri—dalam bentuk buku biografi, yang membuat nama Holmes pun semakin termahsyur di daratan Inggris. Dan dari sekian banyak kasus, ada beberapa kasus yang ditangani Sherlock yang datang dari sepucuk surat.

1. Karamnya Kapal Gloria Scott
Seorang teman Sherlock di kampus saat itu meminta bantuannya karena merasa sang ayah sedang sekarat setelah menerima surat dari kawannya yang jahat. Surat tentang perburuan yang telah usai, karena seorang penjaga hutan bernama Hudson yang telah membocorkan permainan tersebut. Surat yang sebenarnya mengandung maksud tertentu.

2. Misteri Vampir Dari Sussex
Tidak semua permohonan yang datang pada Holmes dan Watson adalah kasus-kasus kriminal biasa. Misalnya saja saat seseorang bernama Ferguson mengirimkan surat tentang istrinya—yang kedua—yang suka memukuli anak tirinya yang cacat. Dan lebih kejamnya lagi, pengasuh bayi di rumah keluarga Ferguson memergoki sang istri tega menggigit leher bayinya sendiri dan meminum darahnya layaknya vampire.

3. Pengendara Sepeda Yang Misterius
Gadis bernama Violet Smith datang ke Baker Street dengan membawa cerita bahwa ia merasa telah dibuntuti oleh seseorang selama beberapa kali. Holmes menduga mungkin si tukang kuntit itu hanyalah pengagum rahasia nona Violet yang cantik. Sherlock menugaskan nona Violet ini untuk selalu mengawasi perkembangan si penguntit dan memintanya menulis surat secara berkala. Saat itulah, Sherlock dan Watson paham bahwa ini bukan hanya kasus penguntit nona Violet yang cantik.

4. Teka-teki Ritual Musgrave
Kasus lainnya yang ditangani Sherlock saat ia masih kuliah. Seorang teman bermarga Musgrave datang pada Sherlock meminta nasihat tentang keadaan rumahnya yang kacau sejak sang ayah meninggal. Kepala pelayan yang selama ini selalu baik hati mendadak berubah menjadi orang asing, bahkan nekat mengobok-obok arsip turun temurun milik keluarga Musgrave pribadi. Karena kesalahannya itu, Musgrave muda—teman Sherlock—ini memecat sang kepala pelayan dalam satu minggu ke depan. Namun belum genap tujuh hari, si kepala pelayan itu mendadak hilang tanpa jejak.

.

.

.

Akhirnya saya kembali membaca buku tentang Sherlock setelah terakhir kali membacanya saat SMA dulu. Sempat terhenti membaca serial detektif dan dokter ini karena di tahun-tahun belakangan ada dua movie dan tiga season series Sherlock Holmes, membuat saya jadi malas membaca bukunya hahaha~ Dan meskipun saya sudah beberapa kali membaca karya Conan Doyle, baru kali ini saya memiliki bukunya secara pribadi hehe~ Terima kasih untuk Kak Dion yang memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi pemenang blog tour bukunya beberapa saat lalu 😀

Seperti biasa, kasus-kasus yang dituturkan Conan Doyle selalu menarik dan membuat saya ikut menebak si pelaku serta alibinya atau bagaimana sebenarnya titik terang dari kasus-kasus yang diceritakan. Dari keempat kasus yang disajikan di sini, saya hanya berhasil menebak cerita kedua dan ketiga—meski tidak sampai menebak semendetail seperti yang Holmes pecahkan—karena bisa dibilang kasus yang sederhana 🙂

Saya suka alih bahasanya lho! SERIUS! Ringan dan mudah dipahami 🙂 Jadi untuk mereka yang mungkin masih mencoba-coba membaca buku serial detektif, buku ini tidak akan terlalu berat untuk dibaca. Ada kan, yang biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang rumit, mengimbangi genre cerita yang memang berbau kriminal dan detektif seperti ini. Andai saja typo-typonya juga lebih diperhatikan dan direvisi, pasti buku ini akan saya beri nilai—nyaris—sempurna. Oh, juga tebalnya! Duh, saya mengharapkan cerita lebih banyak hahaha~

Karena terbiasa dengan karakter Holmes yang lebih sassy baik di film maupun serial TVnya beberapa tahun belakangan, saat kembali membaca bukunya dan kesan kesassyan itu hilang, saya jadi harus beradaptasi lagi haha Jujur saja dulu saat pertama kali menonton realisasi novel-novel Sherlock Homes saya cukup terkejut karena karakter si detektif cukup berbeda jauh antara buku dan film—serta serial TVnya. Tapi kasus-kasusnya tetap cemerlang. Bahkan saya sampai kagum dengan penulis naskah serial TVnya yang mampu mengadaptasi novel bersetting Inggris kuno ini menjadi cerita yang sudah beradaptasi dengan peradaban baru tanpa mengubah inti cerita tentang betapa cemerlangnya Sherlock Holmes 🙂

4


PS : Dear Pos Indonesia, saya tidak keberatan kalau paket saya harus dirobek sedikit karena pegawainya terlalu kepo dengan isi paket. Tapi tolong jamin juga kalau paketnya sampai ke tangan saya dengan utuh dong! Lihat tuh, ujung atas buku saya robek KARENA KECEROBOHAN PEGAWAI. Entah itu pegawai dari kantor maupun kurirnya! Kalau memang ingin tahu isinya, beli lah alat pemindai yang bisa langsung melihat isi paket tanpa harus merusak packingnya. Jangan mengorbankan kepuasan konsumen sekalipun itu demi alasan keamanan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s