[ REVIEW NOVEL ] “Perfect Match” by Park Mi Youn

perfect
Judul : Perfect Match
Penulis : Park Mi Youn
Penerbit : HARU (Haru Media)
Tebal : 388 halaman
Genre : Fiksi – Adult – Roman
Harga Resmi : IDR 76,000 (IDR 54,910 via bukupedia)


Kim Hyukjun. Pria yang terikat dengan janji di masa lalu dengan mantan tunangannya. Ia semacam mendapat ‘kutukan’ untuk tidak akan  bisa mencintai lagi selamanya. Lima tahun pun berlalu sejak ia mendapatkan ‘kutukan’ tersebut, dan ia masih belum bisa mencintai orang lain. Perasaan bersalah dan tanggung jawab seakan dipikul di kedua pundaknya. Hyukjun tidak bisa mengabaikan masa lalunya itu. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan seseorang lewat kencan buta. Gadis yang menarik perhatiannya dengan karakter yang unik. Membuat Hyukjun merasakan debaran yang telah lama mati.

Jung Eunsu. Gadis yang belajar untuk percaya dengan cinta. Ia banyak melihat orang-orang di sekitarnya terluka dan menderita karenanya. Membuatnya takut untuk membuat komitmen dengan seseorang karena bayang-bayang takut disakiti. Suatu hari sang ayah memintanya untuk bertemu dengan seseorang, dengan alasan keperluan bisnis. Tapi Eunsu tahu ini bukan masalah bisnis semata. Jadi gadis ini berusaha mencari tahu siapa orang yang harus ditemuinya itu, sampai-sampai ia minta bantuan sahabatnya untuk mengorek informasi tentangnya.

.

.

.

“‘…Keharusan mencintai pasangan bukanlah yang terpenting; seberapa besar kepercayaan pasangan dan bisakah pria itu bersamaku selama sisa hidupku, itulah yang terpenting…'” ㅡ hal. 119

“‘…dalam hal percintaan, cinta yang dipaksakan itu tidak bisa disebut cinta. Seseorang tak bisa memohon untuk dicintai dan juga tak bisa memaksa orang lain untuk mencintainya…'” ㅡ hal. 165

“Cinta itu sangatlah aneh. Saat seseorang sedang jatuh cinta, ia akan bahagia saat bisa melihat pujaan hatinya dari dekat. Tapi sebenarnya orang itu juga sudah tahu, kalau apa yang ia tatap itu tidak semuanya bisa dilihat dari jarak dekat. Cinta bukanlah prasangka yang dirasakan saat melihat seseorang. Tetapi, jika seseorang bisa memahaminya, cinta itu sebenarnya terbuat dari kemurnian hati, yang terasa saat melihat sang pujaan hati.” ㅡ hal. 248

“‘Begitulah cinta. Ketidakpastian bertemunya dua orang yang saling mencintai. Tapi, baik saat ini, nanti, ataupun sampai dilahirkan kembali, kedua orang itu akan tetap bertemu. Karena itu sudah menjadi takdir mereka untuk bersatu. Itulah cinta.'” ㅡ hal. 278

“‘Kini aku tahu. Tidak perlu harus selalu terus berdua dan tak perlu membandingkan hubungan kita dengan hubungan orang-orang lainnya. Cukup kita berdua saja yang merasakannya. Kalau harus mengatakan cinta, maka sejak awal perasaan itu memang cinta.'” ㅡ hal. 297-298

“Tidak dibutuhkan suatu alasan untuk mencintai seseorang. Namun, dibutuhkan alasan untuk mempertahankan dan memperdalam cinta tersebut. Memercayai satu sama lain, berusaha untuk memahami kekurangan dan kelebihan pasangan, serta adanya keyakinan dari kedua belah pihak. Meskipun seseorang memiliki kekurangan dalam hal apapun, jika memang telah tiba saatnya untuk mencintai, cinta itu akan tetap tumbuh dan berkembang. Pada akhirnya, cinta dapat bertahan lama karena adanya sikap saling memahami…” ㅡ hal. 347

“Banyak pasangan yang menikah, tapi tak semua pasangan mengetahui bahwa mereka saling membutuhkan. Banyak pula pasangan yang tak mengetahui akan seberapa lama mereka menjalani kehidupan pernikahannya.
Tidak semua pasangan tahu cara memelihara cinta mereka sebagai pasangan, yang setiap hari harus terus bersama-sama. Sepasang suami-istri harus bisa mengatasu setiap masalah yang muncul di hadapan mereka.” ㅡ hal. 362

.

.

.

Kebetulan saya diberi kepercayaan oleh HARU untuk ikut dalam event #InstagramBookTour dan menuliskan progress membaca buku ini selama 10 hari. Alasan kenapa saya tertarik membaca buku ini sih karena penasaran kenapa buku dengan cover dua pasang sepatu ini dilabeli “dewasa”. Ditambah dengan uang-uang yang bertebaran di sekitar sepatu, membuat saya punya ekspektasi lebih pada buku iniㅡmeski ternyata apa yang saya perkirakan salah sih hahaha~ Sebagian review sudah saya tulis di instagram, dan tulis lagi ke sini untuk beberapa hal yang ingin saya sampaikan detilnya.

Kedua tokoh utama di buku ini masing-masing memiliki trauma terhadap cinta dengan cerita masing-masing. Hyukjun dengan ‘kutukan’ tidak bisa mencintai seseorang lagi, dan Eunsu yang sulit menjalin hubungan dengan orang lain karena ketakutannya akan cintaㅡsekalipun ia tahu cinta itu ada. Membuat hubungan kedua orang ini menarik untuk diikuti.

Hal yang saya suka dari novel ini adalah minimnya adegan angst yang biasanya saya temukan dalam novel-novel percintaan yang lain. Dengan karakter Eunsu yang kuat dan Hyukjun yang selalu serius, membuat hubungan mereka berdua cenderung lebih dewasa. Bahkan jadi benar-benar ‘dewasa’ dengan selipan adegan yang menjurus ke arah porn beberapa kali 😀 Jadi untuk yang masih di bawah umur, harap bersabar dulu sampai usia kalian legal ya? 🙂

Bukan hanya masalah cinta. Penulis di sini juga menonjolkan konflik yang tengah dialami perusahaan Hyukjun. Dan untuk orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang dunia perusahaan seperti saya, di dalam buku ini penulis juga berusaha menjelaskan dengan detil seperti apa permasalahan perusahaan Hyukjun. Sehingga pekerjaan yang digeluti tokoh utama tidak sekedar tempelan belaka. Meski saya hanya bisa melongo sih tiap baca adegan perkantoran dalam buku ini 😀

Hanya saja saya kurang menemukan greget pada konfliknya. Penulis memunculkan Taewoo, sepupu Hyukjun yang memiliki masa lalu yang sama pahitnya dengan Hyukjun dan menganggap pria itu adalah rivalnya. Dengan karakter ini, seharusnya Taewoo memiliki potensi sebagai couple crusher Eunsu-Hyukjun. Kemudian untuk masalah yang dihadapi perusahaan Hyukjun, saya juga berharap ada adegan jatuh-bangun yang lebih pelik.

Penulis juga tidak terlalu kuat memberikan peran pada karakter-karakter pendukungㅡTaewoo sebagai contohnya. Memang masing-masing karakter memiliki peran dalam perkembangan cerita, namun mereka tidak terlalu banyak dapat spotlight. Apalagi penulis menghadirkan konflik-konflik tersendiri pada setiap karakter, harusnya mereka juga dapat porsi yang cukup.

Selanjutnya adalah alih bahasa. Beberapa kalimat yang menurut saya agak kurang pas untuk dibaca. Di awal-awal buku juga terasa terjemahannya masih terasa kaku. Ada juga beberapa adegan yang seharusnya menggunakan percakapan formal tapi dituliskan informalㅡterutama penggunaan “aku” saat sedang bercakap-cakap dengan orang yang lebih tua. Mungkin bisa jadi koreksi penerjemah untuk ke depannya ya 🙂

Meskipun begitu, buku ini memberikan kita pandangan bagaimana agar bisa menjadi pasangan yang baik. Kita akan disuguhi bagaimana Eunsu berusaha melakukan apapun untuk menjadi tunangan Hyukjun yang sempurna. Ia tidak peduli seperti apa masa lalu Hyukjun dan selalu ada di samping pria itu untuk menyembuhkan hatinya. Ia juga menjadi penyemangat saat Hyukjun sedang mengalami masalah perusahaan. Menunjukkan pada kita bahwa memang yang paling dibutuhkan dalam sebuah hubungan adalah saling mendukung, memahami, dan selalu ada di samping pasangan di saat mereka membutuhkan 🙂

3.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s