[ BLOG TOUR | REVIEW NOVEL ] “Cinderella Teeth” by Sakaki Tsukasa

cinderella
Judul : Cinderella Teeth
Penulis : Sakaki Tsukasa
Penerbit : Penerbit HARU (HARU Media)
Tebal : 272 halaman
Genre : Fiksi – Soft Science – Roman
Harga Resmi : IDR 59,000


Kano Sakikoㅡyang akrab disapa Sakiㅡdan sahabatnya, Kakio Hiromi, sedang bertukar pikiran tentang pekerjaan paruh waktu macam apa yang akan mereka ikuti saat liburan musim panas nanti. Berbeda dengan Hiromi yang menginginkan pekerjaan dengan gaji tinggi sebagai bekal studinya tahun depan, Saki lebih menginginkan pekerjaan santai yang dekat dengan rumahnya.

Begitu ia pulang, ibunya mendadak mengusulkan sebuah pekerjaan padanya, sebagai petugas resepsionis. Dari keterangan yang ia dengar dari ibunya, seluruh persyaratan dan tetek bengek tentang pekerjaan tersebut sangat cocok bagi Saki. Melihat Saki yang tertarik, sang ibu pun menuliskan alamat tempat kerja tersebut kepada Saki. Menyuruh gadis itu untuk datang sendiri ke sana dan menanyakan perihal lowongan pekerjaan itu lebih jauh. Tanpa Saki tahu, sang ibu sebenarnya tengah menjebaknya. Pekerjaan yang ditawarkan ibunya itu bukan menjadi petugas resepsionis biasa. Tapi petugas resepsionis di tempat dengan bidang pekerjaan yang paling ditakuti Saki. Klinik dokter gigi.

“Dari kecil, aku paling benci dokter gigi. Bayangkan bau antiseptik dan dokter mencurigakan yang memakai masker! Dan lagi! Suara ngiiing! dari bor yang membuat telinga pekak! Sekarang pun kalau mendengar suara itu, aku merasa geraham kananku ngilu.” ㅡ hal. 4

Namun karena klinik dokter gigi itu rupanya menjadi tempat kerja pamannya, tanpa Saki sempat menolak, dia tiba-tiba sudah diterima bekerja di tempat itu. Maka Saki pun tidak punya pilihan lain selain berusaha sebaik mungkin bekerja di sana, meski awalnya ia sedikit kesulitan.

Dan rupanya klinik dokter gigi itu adalah tempat yang spesial. Saki menemukan, kebanyakan pasien yang datang ke tempat itu tidak hanya membawa masalah tentang gigi mereka. Tapi juga permasalahan yang tengah mereka alami saat itu. Klinik dokter gigi tempat Saki bertugas pun mendadak menjadi media untuk membantu mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Sementara itu, salah seorang staf yang bekerja di sana pun pelan-pelan tertangkap oleh penglihatan Saki. Seseorang yang selalu memancing rasa penasaran gadis itu. Membuat Saki selalu merasakan perasaan aneh setiap kali ada di dekatnya. Pemuda bernama Yotsuya Kengo.

“Wajahnya berlepotan bubuk plester, rambutnya juga jadi terlihat seperti beruban. Namun di luar dugaan, wajahnya terpahat sangat bagus. Hidungnya juga mancung. Selain itu, kalau tidak ada tanpa ekspresi, kupikir dia cukup keren.” ㅡhal. 81

Berhasilkah Saki mengatasi “fobia dokter gigi”nya?

.

.

.

“Karena hati dan tubuh itu satu kesatuan, pasti akan berhubungan. Hal itu sangat wajar. Meskipun demikian, kita sengaja hidup dengan memutus hubungan itu…” ㅡ hal. 74

“…Kita tidak ingin berpisah dengan cara yang tidak menyenangkan terhadap orang yang tidak akan kita temui lagi. Apalagi kalau membayangkan tidak memiliki kesempatan untuk meminta maaf.” ㅡ hal. 92

“Kalau bisa dilakukan hari ini, kenapa harus besok? Pokoknya, tidak akan ada yang dimulai jika tidak dicoba!” ㅡ hal. 155

“…Meskipun sudah dewasa, boleh kok punya sisi imut sedikit…” ㅡ hal. 168

“Ada juga yang disampaikan melalui mata. Namun, banyak juga hal yang harus diucapkan dengan mulut. Berbincang-bincang. Bertukar kata…” ㅡ hal. 245

.

.

.

Menggunakan POV orang pertama, kita diajak untuk memahami Saki sebagai gadis yang punya fobia terhadap dokter gigi karena pengalaman masa lalunya. Semakin masuk ke dalam cerita, kita pun juga akan disuguhi macam-macam pengetahuan tentang dunia kedokteran gigi dan gigi itu sendiriㅡuntuk orang awam macam saya, buku ini jelas memberi banyak pengetahuan.

Beberapa kali saya menggumamkan “wah!” tanpa sadar saat membaca buku ini karena penjelasan yang masuk akal dan cukup mendetil tentang benang merah penghubung masalah pribadi para pasien dengan sakit gigi yang mereka alami. Sakaki-sensei benar-benar mengemasnya dengan apik. Di akhir buku, kita juga akan menemukan catatan dari penulis yang menceritakan riset yang dilakukannya untuk buku ini, bahkan sampai ada daftar pustakanya juga!

Untuk alih bahasa. Karena menggunakan sudut pandang Saki yang merupakan junior di klinik dokter gigi tersebut, buku ini didominasi dengan bahasa formal. Penerjemah juga berhasil membuat saya tidak kebingungan dengan banyak istilah asing maupun penjelasan tentang dunia kedokteran gigi yang minim saya ketahui. Ditambah balutan cover yang cute, membuat buku ini semakin mendapatkan poin plus-plus dari saya. Sungguh buku ini keren sangat! /thumbs up/

Kalaupun ada kekurangan yang saya rasakan sih mungkin dari segi romannya. Buku ini nyaris penuh dengan permasalahan pasien dan pengetahuan tentang gigi, membuat romansa antara Saki dan Yotsuya jadi terkesan buru-buru untuk sayaㅡmungkin penulis memang tidak menjadikan ini sebagai fokus utama kali ya. Kemudian ada banyak karakter juga yang harus saya hapalkan sejak halaman awal. Tapi selebihnya, buku ini bagus sekali.

Untuk mereka yang memiliki pengalaman yang sama seperti Saki tentang fobianya, saya sangat merekomendasikan buku ini dengan harapan akan sedikit membantu memberikan pengertian bahwa dokter gigi tidaklah selamanya semengerikan yang dibayangkan 🙂 Untuk target pembaca sendiri, saya rasa buku ini bisa dibaca mulai usia remajaㅡkarena ada adegan kissnya hehehe~

Lewat catatan di akhir buku, Sakaki-sensei menulis bahwa ia juga menulis side story buku ini dengan Kakio Hiromi sebagai tokoh utama. Saya pribadi sangat menantikannya. Maka dengan ini, saya juga berharap agar HARU bersedia menerbitkan buku tersebut. Dan saya akan lebih berterima kasih lagi jika “Aozora no Tamago” yang merupakan novel debut Sakaki-sensei juga mendapat perhatian 🙂

4

NB : Tetap pantau blog ini ya. Karena besok akan ada giveaway berhadiah dua eksemplar buku “Cinderella Teeth”! Dont miss ’em! 😀

Advertisements

25 comments on “[ BLOG TOUR | REVIEW NOVEL ] “Cinderella Teeth” by Sakaki Tsukasa

  1. Aku benar-benar menyukai ide awal cerita ini. Mengenai seseorang yang mengalami fobia dokter gigi. Aku bahkan tidak tahu bahwa ada yang namanya fobia dokter gigi ya. Hahahaha Jadi penasaran bagaimana cara Saki menyembuhkan fobia-nya. Karena fobia biasa kan sulit disembuhkan ><

  2. Hiiiii~~~ >.<
    aku setuju sama Saki kalo dokter gigi itu mengerikan, dengan alat-alat yang auranya "sadis", dan bunyi-bunyi alat yang bisa bikin mimpi buruk..
    aku pengen tau cara Saki menghilangkan ketakutannya pada dokter gigi.. ataukah aku harus bertemu dengan "Kengo" dulu, baru kemudian nggak takut lagi dengan dokter gigi? :3 *modus*

  3. Pasti seru kalo berkunjung ke klinik gigi tempat kerjanya Saki. Bisa jadi tempat ‘curhat’ juga sepertinya 😀 beda banget sama klinik gigi kebanyakan yang kalo masalah gigi kita udah selesai, ya pulang, karena pasien lain masih antri menunggu 😀

  4. Aaaa! Romansanya nggak mendominasi yak? Jadi makin penasaran. Si Yotsuya ini dokter apa tekniker nih di sana? Kalau dia doktèr gigi, beruntung banget deh si Saki , mungkin fobianya bsa hilang dgn mudah. Hohoho. Jadi pengen ada klinik gigi kaya gitu deh, menyelesaikan masalah, hohoho.

  5. Awalnya aku cukup tertarik sama Covernya yang ala ala cover novel fiksi , tapi kemudia setelah baca intipan sinopsisnya kok makin penasran sama kisah Si Saki ya . Selain penasaran sama kisah saki aku juga penasaran kira kira penulis bisa gak ya menghidupkan suasana remaja jepang melalui novel ini .

  6. Aku pernah ke dokter gigi dan rasanya memang mengerikan :3
    Tapi menarik banget ya kalo klinik dokter gigi tempat Saki bertugas menjadi media untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan pasien. Keren ^^

  7. Awalnya ngira novel ini akan lebih mengarah ke drama dan romance, tapi setelah baca beberapa review selama blogtou ini malah dibuat makin penasaran karna tebakan aku itu salah. Jadi makin penasaran sama kisah Saki yang melewati liburan musim panasnya sebaga resepsionis diklinik dokter gigi^^

  8. Jujur aku sangat tertarik dengan tema yang di angkat dan tentu judulnya yang menarik. Dari setiap host blogtour banyak yang ngereview katanya sinopsis novel ini sangat menipu isinya yang luar biasa. Jadi penasaranT_T aku juga suka dengan dunia kedokteran walaupun dokter gigi, menurutku menjadi dokter pastinya sangat asik apalagi kalau pasiennya anak kecil yang ngegemesin:v

  9. Sebenernya waktu pertama kali liat judul novelnya aku kira ceritanya tentang giginya cinderlella copot atau cerita seputas giginya cinderlella-,- tapi setelah membaca riview bukunya ternyata salah banget hehehe. Riview yang ka orin tulis bener bener detail dari semua review yang aku baca dari awal tentang buku ini menurut aku sih dan tambah penasaran sama isi keseluruhan dari cinderlella teeth, udah bisa ngayal ngayal tentang ceritanya.

  10. Gigi. Peri gigi. Sakit gigi. Dokter gigi. Gigi oh gigi yang tiap hari kerja cepat dan keras. Saya kerap jadi tong sampah buat teman saya tentang betapa melelahkannya dokter gigi itu. Dengan macam-macam karakter pasien dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menangani satu orang saja. Saya rasa, Saki keren dia bisa tahan terlebih di tengah phobia.

  11. bukunya kyknya menarik.. tentang dokter gigi, fobia dokter gigi.. penasaran pngin baca >_<.. bgaimana Saki mengatasi fobianya saat bekerja di klinik dokter gigi.. bnr" penasaran 😀

  12. Terus terang aku penasaran dengan karya Sakaki-sensei ini.
    Banyak yang mengatakan bahwa novelnya bagus dan juga jangan tertipu dengan covernya yang unyu-unyu, karena isinya lebih dari itu.
    Aku sudah coba mencari info tentang Sakaki-sensei di google, tapi kok ga nemu ya?
    Begitu baca di review ini oleh kak Orion bahwa ada novel lain yang ditulis oleh beliau yang berjudul Aozora no Tamago, jadi penasaran juga. Semoga juga diterbitkan oleh Haru.
    Btw, kalau boleh minta linknya donk kak ttg Sakaki-sensei dan juga karya-karya yang sudah ditulisnya.^^

  13. Covernya benar-benar menipu ya.
    Kirain ini bakalan seperti novel bergambar yang mirip-mirip Blood Type gitu, tapi setelah baca reviewnya ternyata ini pure novel tulisan.
    Namun membaca review dari kakak Orion mengenai Cinderella Teeth, membuat siapapun yang membaca reviewnya pasti bakal merasa penasaran untuk membacanya juga.
    Gimana tidak, kak Orion memberikan rating 4 dari 5 bintang. Selain itu saat kak Orion membacanya, banyak menggumamkan kata Wah. Ini berarti bukunya benar-benar melebihi ekspektasi.
    Terima kasih kak buat reviewnya. Sangat menarik dan membantu untuk yang ingin membelinya.:)

  14. Ah.. Baca review novel ini berasa aku banget. Aku juga kerja dibagian resepsionist klinik gigi soalnya. Dan bener deh, pasien yang keluar masuk ke klinik gigi itu emang beragam, gak cuma membawa masalah tentang giginya tapi banyak juga yang habis priksa malah curhat masalah mereka. Dari yang masuk dengan muka serem gara2 nahan sakit gigi dan pas keluar senyum lebar, sampai yang petakilan tap giliran diperiksa dia nangis kejer. Pokoknya klinik gigi itu beneran sesuatu banget deh. Aku jadi beneran penasaran sama novel ini. Kisahnya bakal seseru pengalamanku kah di dunia klinik yang nyata??
    Thanks buat kak Orion yang udah kasih reviewnya..

  15. Mungkin kudu diadain tekniker gigi serupa Yotsuya Kengo yang misterius dan beraura magis di tiap klinik gigi, biar klo ke dokter gigi bisa semangat.
    Sebagai gadis yang phobia akan dokter gigi, aku salut bgt sama Saki. Phobia yang selama ini dia anggap sebagai kelemahan ternyata bisa jadi keuntungan tersendiri buat dia. Dan bagaimana dia mengalahkan phobianya aku penasaran sekali, pgen nyuri ilmunya.

    Buku ini sangat menarik, kovernya cantik bangetttt ada aura magisnya. Jadi pengen ngintip apa yg tersembunyi di balik masker unyu itu. Aku berekspektasi tinggi untuk novel terjemahan satu ini.~

  16. Wahhh.. harus baca nih! Super penasaran sama kisah Saki ini, juga aku sangat suka buku yang bisa nambah pengetahuan, novel ini boleh banget. Walaupun romance-nya sedikit, tapi kurasa novel ini sangat worth it.
    Suka banget sama covernya, kinda cute! Covernya juga agak menipu ya? ngiranya bakal lucu-lucu gitu, tapi kalo dari sinopsis malah agak mistis-mistis gimana gitu ((?))
    Ah, tetep penasaran!

    Aku gak pernah punya pengalaman sama dokter gigi, tapi aku juga bisa ngerasain aura yang dipunya dokter gigi, bikin deg-degan gitu, berasa nonton film horor, takut kalo hantunya tiba-tiba keluar. Hiyy

  17. Nah, lho, meski roman nya dikit tapi tetap ada adegan kiss nya ya …??? *gagal fokus* dan memang klinik gigi itu nyeremin dengarnya tapi gak tau ya, kalo saya yang usianya udah dewasa gini kalo ke klinik gigi, apa masih takut atau gak ya… *ketauan gak pernah check kesehatan gigi* 😀

    Terima kasih reviewnya ya ^^

  18. Baru kali ini dengar ada klinik gigi yang bukan hanya menangani masalah sakit gigi, tapi juga masalah lain yg dialami pasien-pasiennya. Sepertinya seru untuk diikuti.

  19. Jujur saja baru kali ini aku menemukan novel yang di dalamnya berlatar klinik gigi! Yang membuatku makin tertarik dan penasaran dengan novel ini adalah aku ingin tahu bagaimana pada akhirnya Saki dapat mengatasi fobianya terhadap dokter gigi, karena aku pun sama seperti Saki yang sangat fobia terhadap dokter gigi karena trauma masa laluku yang sangat membekas sampai sekarang.

  20. aku nggak akan ngebahas covernya yang unyu .Tapi secara keseluruhan buku ini mengangkat tema unik yang jarang ditampilkan oleh pengarang lain
    dengan Judul yang pasti membuat dahi siapapun berkerut dan berfikir keras . Dan yah Haru selalu bisa mengerti hal baru yang diinginkan para pembaca.

    • terima kasih sudah mampir dan baca 🙂

      untuk file versi Jepang yang Dani maksud, kebetulan saya tidak punya. buku ini pun saya dapat dari penerbit untuk keperluan review. jika memang menginginkan file asli (Jepang), mungkin Dani bisa menghubungi penerbit lewat email. meski saya yakin agak susah untuk penerbit memberikannya ^^’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s