[ REVIEW NOVEL + FILM ] “The Stolen Years”

 years
Judul : The Stolen Years
Scriptwriter film : Huang Zhen Zhen
Penulis novel : Ba Yue Chang An
Penerbit : HARU (HARU media)
Tebal : 348 halaman
Genre : Roman – SicklitYoung Adult
Harga Resmi : IDR 65,000


He Man dan suaminya, Xie Yu, mengawali bulan madu mereka dengan pertengkaran mulut. Menyalahkan satu sama lain karena mereka nyaris ketinggalan pesawat. Tapi begitu mereka sampai di destinasi bulan madu, dengan cepat kedua sejoli itu berbaikan. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati setiap wahana dan tempat-tempat menarik di sana, menciptakan momen-momen indah berdua. Bahkan setelah makan malam, Xie Yu memberikan sebuah kejutan untuk He Man sehingga wanita itu menangis karena terharu atas semua yang telah disiapkan suaminya.

“…Pertama kali melihatmu, aku sudah menyadari bahwa kau adalah hadiah terindah dan terbaik bagiku.” ㅡ hal. 21

Seakan belum puas, setelah makan malam, mereka menikmati malam dengan mengendarai motor untuk kembali ke penginapan mereka. He Man dan Xie Yu yang semacam terobsesi dengan video kamera, merekam sepanjang perjalanan menuju penginapan. He Man sedikit iseng kala itu, ia mengganggu konsentrasi Xie Yu menyetir dengan meminta laki-laki itu menciumnya beberapa kali. Xie Yu sempat menolak, tapi He Man yang terus merengek membuatnya tidak bisa berkutik selain menuruti keinginan istrinya itu. Sialnya, Xie Yu jadi tidak fokus melihat ke depan, yang membuat motor yang mereka kendarai menabrak pohon.

Saat terbangun, He Man sudah ada di rumah sakit dengan sang kakak (He Qi) bersamanya. Tapi He Man tidak menemukan Xie Yu dimana pun. Dengan khawatir ia menanyakan keberadaan suaminya itu pada kakaknya. Tapi jawaban yang ia terima mengejutkannya. Ia dan Xie Yu sudah bercerai setengah tahun yang lalu. Ditambah lagi, dokter yang memeriksa hasil pemeriksaan otaknya mengatakan hal yang aneh. Saat ini ia mengalami hilang ingatan jangka pendek.

“…Ada begitu banyak kata ‘mengapa’ di dalam otaknya. Ingatan lima tahun terakhir yang hilang tak berbekas telah mengubur begitu banyak rahasia, juga mengubur perasaannya dalam-dalam…” ㅡ hal. 41

He Man yang kalut, datang kembali pada Xie Yu. Ia memberi tahu mantan suaminya itu tentang kondisinya saat ini dan kenyataan bahwa ia tidak bisa mengingat apa-apa yang terjadi lima tahun terakhir. Ia sangat berharap laki-laki itu bersedia membantunya untuk sembuh. Sementara itu, Xie Yu, yang tidak bisa mengabaikan He Man, bersedia memberi tumpangan pada wanita itu untuk tinggal di rumahnya. Mengambil resiko dimarahi oleh pacar barunya, Lily.

Dari mulut Xie Yu dan teman lama yang dihubungi He Man, wanita itu menyadari alasan di balik perceraiannya. He Man pun tahu, ia sudah tidak punya hak lagi atas diri Xie Yuㅡterlebih laki-laki itu telah menemukan kebahagiaannya kembali. Namun semakin jauh ia masuk dalam misi menemukan ingatannya yang hilang, semakin ia tidak sanggup menahan perasaannya yang masih sangat mencintai Xie Yu.

“Berapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan?” ㅡ hal. 143

.

.

.

The_Stolen_Years_poster
Casts

(spoilers alert, maybe! skip if you mind…)

vlcsnap-2016-01-10-23h51m42s221
He Man (Baihe Bai)

Wanita imut dan periang ini dulunya sangat mencintai Xie Yu. Karena itulah saat ia bangun di Rumah Sakit dan mendengar cerita kakaknya bahwa ia dan Xie Yu telah berpisah, He Man sama sekali tidak percaya. Ia berharap, sembari mencari kepingan ingatannya yang hilang, ia bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk mengembalikan hubungannya dan Xie Yu seperti semula.

vlcsnap-2016-01-10-23h56m27s53
Xie Yu (Joseph Chang)

Setelah bercerai dengan He Man, Xie Yu kini berpacaran dengan Lily, gadis yang sedikit banyak punya sifat seperti He Man. Ia boleh jadi selalu mesra dengan Lily di hadapan orang banyak. Namun di dalam hatinya, ia kerap membandingkan Lily dengan mantan istrinya. Karena sesungguhnya bagi Xie Yu, He Man tidak akan pernah tergantikan. Sekalipun hatinya dilukai begitu dalam oleh wanita itu.

vlcsnap-2016-01-11-00h02m52s60
Lily (Amber Ann)

Saat Danny mengenalkan Xie Yu padanya, Lily pikir laki-laki itu tidak jauh berbeda dengan mantan-mantan pacarnya yang bisa ia jadikan mainan sesuka hati. Namun begitu bertemu dan mengenalnya lebih jauh, Lily justru jadi benar-benar menyukainya. Ia berusaha menahan diri saat mengetahui Xie Yu masih saja belum bisa berpaling dari mantan istrinya. Sampai suatu hari, ia kehilangan kendali.

vlcsnap-2016-01-11-00h01m54s252
Danny (Ken Lin)
/sumpah, orang ini bukan siapa-siapa saya lollll 😀 /

Ia adalah sahabat Xie Yu, namun hubungannya dengan He Man sebenarnya tidak begitu baik. Dengan memanfaatkan kondisi He Man yang hilang ingatan, Danny ‘mencekoki’ wanita itu dengan cerita-cerita karangannya. Agar He Man tidak ingat seperti apakah dirinya saat belum kehilangan ingatan lalu kembali meninggalkan Xie Yu.

vlcsnap-2016-01-11-00h22m05s74
Xiao Huan (Christine Fang)

Sahabat He Man saat SMA. Hubungan keduanya awalnya begitu baik. Namun tak lama setelah He Man menikah, bukan cuma Xie Yu, tapi Xiao Huan pun juga terlibat pertengkaran hebat dengan wanita itu. Xiao Huan ingin bisa dendam pada He Man. Namun persahabatan mereka yang telah lama terjalin membuatnya tidak bisa melakukannya, terlebih setelah tahu sahabatnya itu kehilangan ingatannya.

vlcsnap-2016-01-11-00h43m20s25
Dokter Lu (Sky Wu)

Psikolog yang dikenalkan Xiao Huan pada He Man. Saat masih berstatus suami istri dengan Xie Yu, He Man kerap datang berkonsultasi pada pria ini setiap kali memiliki masalah dengan suaminya itu. Dokter Lu hanya muncul sebentar dalam cerita, namun perannya cukup besar dalam menguak alasan di balik perceraian Xie Yu dan He Man.

.

.

.

“Ada yang bilang, ketika kebahagiaan datang, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya sama sekali.” ㅡ hal. 18

“Kesungguhan cinta bisa dilihat saat mereka menemui cobaan dalam kehidupan.” ㅡ hal. 184

“…Cinta memang masalah yang rumit dan membingungkan. Intinya cuma satu, apakah kau mencintainya?” ㅡ hal. 225

“…seseorang harus berani mengutarakan perasaannya, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.” ㅡ hal. 233

“Suatu kekecewaan yang terlalu dalam….
Umumnya, manusia malah tidak menangis ketika merasakannya.” ㅡ hal. 242

“Kata ‘andai’ hanya akan membuatmu menyesal, membuatmu kesakita.” ㅡhal. 270

“…cinta akan selamanya hidup di dalam ingatan manusia, akan menancapkan akarnya dengan kuat di dalam otak manusia. Selalu menunggu kehadiran kekasih yang dicintainya.” ㅡ hal. 339

.

.

.

Masih satu paket dengan “Cafe Waiting Love”, HARU memberikan kesempatan juga pada saya untuk mereview M-novel satu ini. Begitu mendapatkan email dari HARU kala itu, saya dengan segera mencari tahu sedikit sinopsis tentang novelㅡdan film-nya, yang ternyata mengusung amnesia sebagai temanya. Tema yang tidak pernah gagal menarik perhatian saya 🙂

Cerita dibuka dengan pertengkaran kecil He Man dan Xie Yu. Keduanya merupakan pasangan manis dan kekanakan. Saat mereka masih bersama, keduanya sering sekali iseng dan mengusili satu sama lain. Misalnya saja, di buku, Xie Yu merekam He Man yang sedang tidur dan mengorok. Atau di filmnya, He Man diam-diam membubuhkan sesuatuㅡentah lada atau garamㅡke dalam minuman Xie Yu. Adegan pertengkaran favorit saya sih saat Xie Yu hendak melamar He Man, yang menjadi gagal total karena lagi-lagi mereka bertengkar mulut 😀

Novel ini sendiri sebenarnya dibuat mengadaptasi dari film yang skenarionya ditulis oleh Huang Zhen Zhen. Secara garis besar, antara novel dan film hanya memiliki sedikit perbedaan. Misalnya saat menonton separuh awal film, genrenya lebih mirip film komedi romantis jika dibandingkan dengan novelnya yang cenderung ‘suram’. Selain itu, filmnya memiliki tempo cerita yang sedikit lebih cepat dan beberapa adegan juga terasa dibiarkan menggantung. Di sinilah peran novelnya sangat membantu. Ba Yue Chang An mengembangkan ceritanya di beberapa bagian agar lebih sempurna. Ia juga memberikan lebih banyak porsi untuk setiap karakter serta menambal bagian-bagian yang kurang dalam filmnya sehingga terlihat semakin sempurna.

Alur ceritanya didominasi oleh alur maju, hanya ada beberapa flashback untuk menceritakan sedikit tentang pertengkaran He Man dengan Xie Yu dan perceraian mereka. Kemudian dengan menggunakan POV orang ketiga, seperti yang saya tulis sebelumnya, Ba Yue Chang An lebih menggali peran masing-masing karakter. Membuat kita mengenal mereka lebih dalam dan ikut memahami pergolakan batin mereka. Meski fokus utama cerita masih tetap pada He Man.

Karakter favorit saya adalah Xie Yu.  A ‘husband material’ one, sabar, dan penyayang. Joseph Chang sendiri juga memerankan tokoh Xie Yu dengan baik. Membuat imajinasi sayaㅡsaya membaca novelnya terlebih dahuluㅡdihidupkan dengan apik olehnya.  Setiap kali melihatnya menangis, saya jadi ikut terenyuh hehe~ Benar-benar sosok suami idaman! 😀

Film dan novelnya bisa dibilang cukup berani menyebutkan merk-merk besar, merk gadget ternama contohnya. Saya sampai berpikir, apakah barangkali cerita ini merupakan hasil kerja sama dengan merk-merk tersebut untuk memasarkan nama mereka hahaha~

Bagian yang membuat saya merasa novel ini istimewa adalah plotnya. Saya disuguhi sesuatu yang mengejutkan begitu nyaris masuk akhir cerita. Sesuatu yang besar yang menguji cinta Xie Yu dan He Man lebih dari sebelum-sebelumnya. Membuat cerita ini ditutup dengan ending yang tidak terdugaㅡuntuk saya. Dalam film, endingnya cukup detil dan tuntas. Namun sayangnya akhir dari novel tidak ditulis selengkap filmnya. Meski demikian, saya tetap menikmati keduanya 🙂

Kesan-kesan untuk package bukunya 🙂 Saya suka sekali dengan desain covernya. Keren gwelak (alay~)! Saya pikir ilutrasi cover yang dipakai ini adalah ilustrasi original dari novel yang terbit di Cina sono. Ternyata gambar mbak-mbak cantik yang tengah tidur itu bikinan kak Chyntia, Gan! Kecenya gahar ah~ /jempol diangkat/ Rasanya bakal jadi fave selain om Bambi nih 😀

Untuk alih bahasa. Penerjemah berhasil menyampaikan ulang buku ini dengan baik dalam bahasa kita. Pemilihan katanya tepat dan ringan. Kesan buku terjemahan juga hampir tak terasa. Editor pun demikian. Buku ini sukses tanpa ada kesalahan penulisan. Nyaris sempurna!

Sebenarnya novel “The Stolen Years” tidak memiliki warning yang berarti. Meski Xie Yu dan He Man adalah pasangan suami istri, Ba Yue Chang An tidak membuatkan adegan ‘khusus’ untuk keduanya. Tapi saya tetap mengkategorikan buku ini untuk dewasa-muda. Apalagi untuk filmnya, ada ciuman yang cukup panas yang belum cocok untuk anak usia bawah 17 tahun hehehehehe~ Dan saya rekomendasikan untuk baca buku sekaligus nonton filmnya, karena beberapa perbedaan yang saya sebutkan di atas tadi 🙂

Dalam cerita ini kita diajak untuk melihat perjuangan He Man dan Xie Yu untuk menemukan kembali cinta mereka yang kandas. Kemudian mereka mempertahankannya dengan sebaik-baiknya, tidak peduli seberat apapun masalah yang berusaha menghalangi tekad mereka itu. Xie Yu, dengan sifat penyayangnya, selalu ada di samping He Man. Menemani wanita itu untuk memulihkan ingatannya, bahkan terus ada di sebelahnya saat masalah yang lebih hebat menghampiri. He Man sendiri tidak pernah menyerah pada hubungan mereka. Meski ia kehilangan ingatannya dan mengetahui bahwa pernikahan mereka kandas, namun ia yakin dalam hatinya, ia selalu menyayangi Xie Yu.

Bagi kebanyakan orang, cinta terlihat begitu kuat. Mampu menyatukan setiap perbedaan dalam diri setiap pasangan dan membuat mereka saling melengkapi. Namun apakah ada yang benar-benar sempurna di dunia ini? Cinta yang katanya kuat itupun bisa saja berubah menjadi benci saat dalam diri seseorang telah muncul egois, telah muncul rasa tidak percaya, telah muncul rasa ingin memonopoli. Cinta yang kuat itu butuh pengorbanan satu sama lain. Cinta yang kuat itu hanya akan bisa terjadi jika masing-masing pasangan saling percaya, saling mendukung, dan saling menjaga.

Masalah datang itu wajar. Tidak ada kapal yang benar-benar mulus tiba di pelabuhan tanpa mengarungi ombak di laut, bahkan sesekali badai. Diperlukan nahkoda dan awak kapal yang bisa bekerja sama untuk melaluinya. Pun dengan cinta, dibutuhkan kerja sama antara dua belah pihak untuk mengakhiri setiap masalah yang ada. Karena jika salah satu dari mereka sedikit saja telah kehilangan rasa percaya, cinta yang kuat itu pun bisa saja karam di tengah badai 🙂

4

 

PS : Nantikan GA buku ini di blog saya besok ya! Ada satu eksemplar buku “The Stolen Years” gratis dari penerbit HARU lho 😀

Advertisements

32 comments on “[ REVIEW NOVEL + FILM ] “The Stolen Years”

  1. review nya lengkap banget novel dan fil nya dibahas sekaligus, keren… walaupun jd agak spoiler tp itu yg bikin rasa penasaran aku bertambah sama novel dan film nya, wishlist wajib di tahun 2016 nih 😀
    aku setuju banget cover novel ini emank keren banget, aku jg sempet ngirain klo ini cover original dr novel mandarinnya, tp ternyata salah satu karya desainer haru.. keren 🙂

  2. Terima kasih untuk reviewnya ,, ternyata M-novel tidak kalah bagus sama novel drama Jepang dan Korea terbitan Haru lainnya.
    Kalau dilihat tema Amnesia semakin jarang aku temui-setelah sebelumnya aku baca Winter In Tokyo yang mengangkat tema nggak jauh berbeda.

    Semoga buku ini bisa beruntung menangin novel ini. Aku pengin juga ngerasain M-novel dan kuakui aku kepo dengan Xie Yu.

  3. Dibandingkan beberapa blog sebelumnya, reviewmu lebih lengkap dan lebih banyak kutipan quotesnya. Good!

    Disini aku baru tahu kalau Xie Yu akhirnya berpacaran dengan wanita lain. Kupikir tidak. Xie Yu ini menurutku orang yang tegar sekaligus suka menutupi perasaannya yang belum mampu berpaling dari He Man. Kenapa dia tidak mau mengakuinya, sih? hehe.
    Selain itu aku jadi penasaran apakah nantinya He Man bakal di bantu sama Xie Yu untuk mengingat kembali kenangan masa lalunya.

    Setelah baca reviewmu aku nggak cuma tertarik unutk baca bukunya tapi sekaligus nonton dramanya. Mungkin kalau sudah baca novelnya terlebih dahulu akan lebih dapat feelnya begitu nonton. Semoga aku bisa tertular virus Haru Syndrome juga deh 🙂
    Buku ini worth it banget untuk dibaca.

  4. Congrats! Reviewnya panjang tapi aku baca sampai habis.
    Harus nonton filmnya dulu kayaknya. Aku belum kapok nonton dulu, baru baca. Kalau film bisa bikin nangis, buku biasanya bisa bikin mewek guling-guling. Kalau film bikin senyum, buku bisa bikin ketawa sendiri. Aku suka nyisain yang better belakangan. Kalau baca dulu baru nonton, suka pengen mencak-mencak kalau beda. Sebaliknya sih belum pernah. Walaupun ini beda kasus sih. Buku adaptasi, bukan movie adaptasi.

  5. Cucook banget kak, review novel plus filmnya bermanfaat bangetngett *alay
    Jadi makin pengen nonton filmnya juga!
    Novel ini kayaknya cucok juga kalo jadi best seller dah~ hihiii
    Thanks kak reviewnya. Love you :*

  6. Reviewnya lengkap sekali! Ada hal-hal yang baru ku tahu ternyata ada di novel ini, contohnya soal Xie Yu yang sudah berpacaran.
    Tema mengenai amnesia memang selalu menarik perhatian, gak pernah bisa bilang ngga untuk tema amnesia ini. Sepertinya aku akan sangat menyukai novel ini–terlebih covernya yang cantik gewl itu.
    Jadi penasaran pingin baca novelnya dan nonton filmnya. =D

  7. Thanks for the review karena udah komplit ngebahas dan membandingkan antara buku dengan filmnya. Nice storyline. Aku jadi pengin nonton filmnya juga deeeeeeh. Ntar coba cari ah. Hehehe. By the way, novel ini sekilas ngingetin aku sama film The Vow yang diangkat dari kisah nyata. Pernah nonton nggak? Bagus loh. Bedanya, di The Vow itu si istri mengalami amnesia sementara dan nggak kenal sama suaminya. Kalau di sini kan He Man malah ingat (kembali) sebagai istri Xie Yu, tapinya dia nggak ingat kalau itu udah lewat sejak 5 tahun lalu dan mereka udah cerai. Aaaaahhhh yang ini lebih bikin mupeng dari segi ide dan plot ceritanya. Intinya sama-sama kembali mencoba memperbaiki keadaan selagi masih ada serpihan cinta seperti keju di pizza yang mencoba merekat lagi. Yum yum! 😉

  8. Reviewnya sadiiis lengkap banget ken 🙂 Btw aku pengen banget nonton filmnya tapi apalah daya UAS menanti 😦 . Tapi aku juga pengen punya bukunya hehe . Novel ini kayaknya bakal bikin aku nangis bombay deh soalnya kalo aku ada di posisi He Man dan melihat suaminya bersama perempuan lain sakit banget pasti. Apalagi dalam keadaan gak inget apa-apa. Penasaran sumpah sama novelnya T,T jodoh kek dapetin novel ini *lirik ken*
    Udah kebelet pengen novel ini ditambah review kamu yang bikin mupeng + foto-foto pemeran filmnya pula -_- gak kuat sumpah. Hopeless bgt lah bisa dapet novel ini
    sukses terus ya buat ken dan blognya. Semoga reviewnya lebih sadis lagi nantinnya + bikin penasaran hehe

  9. itu pesan moral yang dua paragraf itu dewasa bingitz haha … dan setuju ah sama kamu ^^

    Kali ini kita banyak persamaan, kecuali percakapan boiben beberapa waktu lalu wkwkwk

    Aku setuju tentang covernya. Aku kira itu cover asli yang dipertahankan oleh haru, karena beberapa kali harus suka mempertahankan cover asli, dan ternyata eh bukan. Salam deh buat kakak design covernya ^^

    aku juga setuju tema hilang ingatan memang selalu asik buat di angkat jadi novel atau film, karena seperti yang kita tahu, tema amnesia itu udah biasan banget apalagi sinetron indonesia *melenceng dikit gpp kali yah* Kalau aku sih paling suka itu, pas saat-saat pasangan yang berusaha untuk membantu mengembalikan ingatan pasangannya, pasti seru.

    dan thanks buat sarannya untuk menonton filmnya juga, terutama bagian yang kamu bilang ada sedikit perbedaannya. Tapi aku lebih suka baca novel dulu baru nonton, biar lebih greget hehe

    wish me luck ^^

  10. Wow…pengen banget baca novel ini karena dari pengalamanku baca novel terjemahan Haru, semua bagus. Baik dari pemilihan novelnya ampe bahasa terjemahannya. Gak buat bingung, malah enjoy banget bacanya. The Stolen Years juga uda dibuat filmnya, sama seperti dua m-novel terjemahan haru lainnya. Jadi sebelum nonton filmnya, aku pengen baca novelnya dulu biar klop. Oya, aku juga suka banget sama covernya, sendu-sendu gimana gitu.

    Dan review darimu cucoook bener, lengkap. Film dan novelnya, kayak laki bini tak terpisahkan. Kreatif yee…aku baru baca review ginian yah di sini. Aduh…jadi tambah penasaran sama ini novel dan film gara-gara review dari dirimu say.

    Terima kasih.

  11. ahh ken~~ review mu lengkap sekaleeh!! sampai bingung mau komentar apa?! 😀 jujur ya, pas pertama baca bulrb The Stolen Years ini tuh aku langsung jatuh cinta sama ceritanya meskipun aku agak bingung sama karakter utama, mana yang laki mana yang perempuan (>.<) aku sampai baca beberapa kali baru 'ngeh' kalo He Man itu yang cewek dan Xie Yu itu yang suaminya. haha 😀

    awalnya aku agak ragu mau nyari dan nonton filmnya, tau sendiri gimana kalo novel diadaptasi ke layar lebar, lebih banyak kecewanya ketimbang puas saat membandingkan keduanya. tapi baca review kamu sepertinya harus nonton juga deh kalo baca bukunya biar bisa tuntas menikmati ceritanya seperti katamu.

    duh, makin penasaran sama keseluruhan ceritanya! kasih bocoran dikit dong~ Xie Yu akhirnya milih siapa? 😛

  12. Hiya ampuun!

    Review ini ‘racun’ banget. Aku jadi tertarik banget buat baca bukunya *FYI, padahal biasanya aku ga doyan baca buku terjemahan loh. Tapi kali ini, ah, ngileer sama bukunya. Pengen baca sendiri! Filmnya? Aaakk, pengen nonton jugak!

    Ide ceritanya unik. Kebayang deh masih cinta-cintanya tapi pas bangun udah cerai. Hiks. Pasti kelimpungan banget, ditambah lagi dengan kondisi amnesia. Pffttt, pasti galau galau galau. Sibuk nanya ke diri sendiri ‘sebenarnya apa yang terjadi? Kok bisa cerai sik?’

    Teruus, kayaknya aku juga bakal memfavoritkan si Xie Yu. Selalu aja meleleh sama tokoh cowok yang sabar dan baiknya kebangetan. Pengen tak bawa pulang deh. *eh

    Dan terakhir, baca quote-quotenya, aku semakin yakin kalo aku bakal jatuh cinta sama novel ini. Quotenya manis-manis bikin baper! *rapal mantra keberuntungan 😀

  13. Entah kenapa riview yang ditulis ka ken itu selalu detail, suka banget sama riview yang makin bikin penasaran sama jalan cerita yang disuguhkan dalam buku tersebut (aduh lebay). Hmm, dari riview yang aku baca sebelum-sebelumnya dan riview Ka Ken sebenernya aku agak penasaran sama jalan cerita yang diambil biasanya kan kal amnesia itu pasti kita lupa segala ingatan kita atau engga lupa ingatan yang sebelumnya tetapi didalam buku ini kita disuguhin sama cerita baru yang kehilangan ingatan 5 tahun belakangan. Agak lucu sih sebenernya tapi ini yang bikin greget kayanya. Dan yang gak habis pikir katanya Xie Yu itu kan masih cinta banget sama He Man tapi kok bisa-bisanya nyari tambatan hati lain dan setuju pas He Man ngajuin permintaan buat tinggal bareng agar ingatannya kembali. Entah apa yang dipikir kan Xie Yu. Dari riviewnya kayanya nih buku complicated banget ya tapi bikin greget. Entah kenapa langsung jatuh hati pas baca riviewnya apalagi baca bukunya ya. Salut juga buat Ka Ken yang niat banget cari informasi tambahan buat bikin riview buku ini yang bikin pembacanya tambah penasaran dan pastinya perfect abis!!! Aku juga jadi tahu oh filmnya yang ini, oh pemainnya namanya ini. Jadi gak cuma sekedar tau riview dari bukunya aja tapi aku juga tau riview dari filmnya itu sendiri. Sukses terus deh buat Ka Ken, semoga kedepannya dapat menyuguhkan riview-riview yang apik banget dan ngeyakinin kalo kita kudu, harus, wajib baca buku ini!!! Greget pisan deh!!! hehehe

  14. Ngebaca reviewnya malah makin penasaran dan akhirnya saya tahu bahwa si cewe adalah He Man dan si cowok adalah Xie Yu:3 aku kira awalnya si cewe tuh Xie Yu dan He Man malah si cowok, sekarang aku mengerti, aku paham XD terima kasih kak:3

  15. Astagaaaa…. quote nya kece kece…… ><
    “Ada yang bilang, ketika kebahagiaan datang, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya sama sekali.” ㅡ hal. 18
    Aku belum pernah baca Mnovelnya Haru, penasaran banget sama novel yang satu ini.. Aku penasaran karena udah nonton filmnya dari lama dan sekarang baru tahu kalau The Stolen Years ternyata dari novel…
    Aku suka banget sama filmnya… pedih banget..
    Tapi kayanya aku juga bakal jatuh cinta sama novelnya deh..
    Pokoknya gara-gara baca reviewnya kak Ken aku jadi makin-makin penasaran pengen baca bukunya. Ceritanya itu unik menurutku, He Man amnesia tapi ketika dia sadar yang dia inget malah perjalanan bulan madunya bertahun-tahun yang lalu, padahal sekarang ini mereka udah bercerai.. aaaaaaah.. 😦

  16. Baru tahu nih, ternyata novel ini udah dibuat versi filmnya. Sebagai pembacabyang wajib menuntaskan novel sebelum nonton adaptasi filmnya, aku merasa wajib nonton nih. Review nya juga positif dan detail, sepertinya bisa menikmati keduanya. Boleh ikut baca kak?

  17. Kalau diibaratkan ayam goreng ini paket super komplit + jumbo. Saya sudah baca review novel ini beberapa kali pun baca sinopsis filmnya. Dan baru kali ini saya dapat gambaran cukup clear soal awalan-isi-akhiran. Walau tetep penasaran itu ada. Secara inti masalah pisah Xie Yu sama He Man masih rapet misterius. Jujur setiap saya baca review baru dari kakak-kakak bloger tentang The Stolen Years ini kadar ‘greget mau baca’ saya makin meningkat. Padahal temanya amnesia yang kalau dijadikan senjata andalan layar tv Indonesia, saya kerap misuh-misuh aduhaiii. Tapi dari pengalaman nonton film/drama Mandarin-Taiwan, mereka itu suka membuat sesuatu yang mainstream jadi extream and meaning full. Meskipun saya belum pernah menyentuh novel-novel Mandarin, melalui review kakak ini saya tau kalau novelnya tidak kalah primadonanya dengan film/dramanya. Terima kasih buat bocoran film dan novelnya kak pokoknya aku pasti bakal nyobain dua-duanya 😀

  18. pada awalnya saya pikir film The Stolen Years itu merupakan adaptasi dari novelnya tapi ternyata malah sebaliknya ya, novel ini yang malah diadapatasi dari filmnya… Wih, ternyata bisa juga gitu ya…?? hehe… Setiap kali membaca novel ini saya langsung ingat sama Icla di film Turki antara Nur dan Dia… 😀 Icla sama He Man sama, jadi putri tidur selama 5 lima tahun dan ketika terbangun lupa dengan memorinya 5 tahun lalu… hiks Tapi disini Xie Yu nya gak breng*** sedangkan disono tokoh cowoknya pengen ditimpuk pake bata *abaikan*.

    Oia ken, reviewnya beneran komplit. Baik film maupun novelnya wajib banget untuk ditonton dan dibaca. Dan mungkin saya harus menyediakan beberapa kotak tisu saat menonton maupun membacanya nanti. Karena reviewnya aja selalu berhasil membuat saya meneteskan air mata… baru reviewnya lho… apalagi baca dan nonton… aish… mungkin karena saya selalu membayangkan diri sebagai He Man kali ya… hiks

    Terima kasih untuk reviewnya yang ciaaaaammmiikkk ^^

  19. “Ada yang bilang, ketika kebahagiaan datang, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya sama sekali.”
    Petikan itu menyindir kita sebenarnya. Ketika lagi sedih, kita akan merasa paling sedih di dunia ini dan melupakan fakta bahwa kita juga pernah bahagia tanpa menyadari kebahagiaan itu.
    Jadi pengen nonton filmnya dulu, deh. Petikan-petikan novel ini keren gwelak! (ikut ngalay xD)
    Udah lama nggak baca novel dengan tema amnesia dan by the way, aku penasaran alasan mereka bercerai padahal si Xie Yu ini kelihatannya agak gagal move on begitu dari He Man. Terus, endingnya pasti mengejutkan karena ini novel tentang amnesia yang bsia aja diputarbalikkan dengan mudahnya oleh si penulis.
    Aaaa, makin penasaran deh sama The Stolen Years ini! :3

  20. Review novel dan film Stolen Years yang dibahas sekaligus, lengkap dan aku mendapati ternyata banyak perbedaan yang cukup mendasar antara film dan novelnya.
    Jadi makin banyak tahu tentang gambaran dri iai cerita ini.
    Ahh jadi makin penasaran, gimana sih sebenarnya jalan cerita dri kisah ini.
    Dimana kondisi He Man saat bangun tau-tau mendapati dirinya sudah bercerai dari sang suami–Xie You. Dan amnesia lagi.
    Penasaran banget apa yang menyebabkan mereka berdua bercerai, apalagi mengingat kelakuan He Man yang dulu sangat berbeda dengan dia yang sekarang. Dan ada sayu fakta yang sengaja ditutupi oleh Xie You, entah apa itu demi menjaga perasaan He Man.
    Ahh mungkin ini ada kisah yang mainstream, tentang amnesia dan sepaketnya.
    Tentunya bakal sangat menguras airmata, mengharu biru pasti. Tapi novel terjemahan Mandarin ini tentunya sangat berbeda, terbukti dengan rating Goodreads dimana banyak bintang bertebaran.

  21. Kak Ken, reviewnya keren banget. Lengkap, dapet sepaket review buku dan filmnya. Argghh.. jadi makin penasaran kan akunya.. Dari beberapa review di blog lain dan di GR banyak yang bilanh kalau novel The Stolen Years ini beneran sedih dan berhasil bikin mereka yang baca pada nangis. Nah, aku yang lumayan penyuka buku romance yang bikin nyesek, nangis ataupun baper. Penasaran banget aku kenapa He Man bisa cerai sama suaminya Xie You, sama He Man yang berusaha mengembalikan ingatannya sama berusaha kembali ke Xie You. Dan apa sebenanya dibalik perceraian mereka.. Aku belum pernah baca novel mandarin jadi penasaran sama novel dari Penerbit Haru ini. Ditambah awal lihat covernya unyu banget. Banyak yang bilang cover novel ini berbanding terbalik dengan ceritanya yang sad. Aku penasaran.. aku penasaran..
    masuk wish list.. novel ini harus masuk wish list aku..

  22. Wow…reviewnya lengkap banget aku suka sekali. Dan cerita He Man dan Xie yu ini seru banget ya. Dari awal aku sudah di buat jatuh cinta dengan buku ini ditambah review yang super keren ini aku jadi makin jatuh cinta. Aku jadi makin penasaran dan sudah tidak sabar buat membaca bukunya. Pokoknya keren banget….

  23. Agak susah deh ngucap nama cast-nya,xixixixxi.
    Btw,novel dan filmnya sama-sama keren,aku udah nyarin info soal #TheStolenYears ini.Awalnya aku ngga tau kalau ternyata film #TheStolenYears ini adaptasi dari novel yg berjudul sama.Wahh seneng banget ternyata novelnya diterjemahin dan diterbitin sama Haru,dan makin seneng lagi saat tau ada GA-nya disini.Aah,semoga dapet deh novelnya,penasaran sama kisahnya aku.

  24. Finally , setelah berbulan bulan Haru nggak nerbitin M-Novel akhirnya novel ini muncul . Aku telah mendapat pencerahan kak setelah baca reviewmu yang lengkap Apalgi juga membahas perbedaan di buku dengan movienya .Aku sudah putuskan untuk membaca novelnya dulu dan baru menonton movienya, supaya tau jelas perbedaannya.
    Di semua review entah goodreads ataupun blog blog memberikan penilaian yang hampir sempurna untuk M-Novel satu itu , meskipun belum baca novelnya aku setuju dengan penilaian itu . Mengangkat tema amnesia yang selalu bikin aku mello drama dan aku yakin konfliknya sendiri, benar-benar sulit tertebak .Sejak lihat covernya aku udah jatuh hati ke M-novel ini . mungkin kalau belum baca novel ini bakalan nggak bisa tidur nyenyak , makan jadi nggak enak , Mendadak sariawan *Lebaykumat*

  25. Setelah membaca review yang ditulis oleh kak Ken, aku penasaran dengan cerita The Stolen Years ini.
    Aku bingung antara membaca bukunya dulu atau menonton filmnya dulu.
    Setelah menimbang-nimbang, aku pun memutuskan untuk menonton filmnya terlebh dahulu.
    Dan kemarin malam, aku berhasil menonton filmnya.^^
    Alhasil, perasaanku campur aduk pada saat menontonnya.
    Serasa naik roller coaster karena alur yang ada.
    Aku benar-benar setuju dengan review yang ditulis oleh Kak Ken, plotnya benar-benar istimewa.
    Rasanya tidak ada satupun yang menduga bahwa setengah bagian akhir filmnya sangatlah berbeda dengan setengah bagian awalnya.
    Benar-benar twist yang diberikan akan membuat surprise para penontonnya.
    Aku juga setuju bahwa karakter Xie Yu memang seorang suami yang TOP BGT, meskipun dia juga memiliki kekurangan.

    Salut buat Haru yang di awal tahun ini menerbitkan novel mandarin yang keren ini.
    Aku penasaran mengenai perbedaan-perbedaan yang disebutkan oleh Kak Ken yang ada pada film dan novelnya.
    Apalagi disebutkan bahwa novelnya justru malah memiliki aura yang kelam.
    Oleh karena itu, aku wajib membaca novelnya untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut.
    Apalagi tidak ada salahnya memiliki versi film dan versi novelnya kan, apalagi untuk sebuah cerita yang bagus seperti The Stolen Years ini.
    Semoga aku bisa beruntung mendapatkan novel yang kece ini di blogtour yang diadakan di blognya Kak Ken ini.

    PS : Setuju juga bahwa covernya memang kece, sekece ceritanya.^^

  26. Wow, benar-benar senang dengan kejutan yang diberikan oleh Haru di tahun 2016 ini.
    Gimana ngga, di bulan Januari ini, Haru memberikan surprise berupa 2 buah novel mandarin yang diterbitkan olehnya.
    Yang pertama adalah Cafe Waiting Love karangan Giddens Ko, dan yang kedua adalah The Stolen Years karangan Ba Yue Chang An.
    Buatku, novel mandarin itu selalu memiliki tempat khusus.
    Setelah membaca You Are The Apple of My Eyes, aku benar-benar berharap Haru menerbitkan novel mandarin yang lain.
    Dan setelah penantian yang cukup lama, akhirnya terbayarkan juga di tahun ini.
    Terima kasih Haru.:)
    Mengenai kemasannya, selalu keren seperti biasanya. (Two tumbs buat kak Chyntia)
    Alur ceritanya juga membuatku penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada He Man dan Xie Yu ini?
    Padahal mereka tampak begitu saling mencintai, namun ketika He Man sadar, mereka justru telah bercerai.
    Apakah ada sesuatu yang terjadi pada saat He Man ini tidak sadar?
    Tampaknya memang harus membacanya sampai tuntas untuk mengetahui misteri yang terjadi pada kehidupan mereka.
    Pastinya novel mandarin dari Haru ini tidak boleh aku lewatkan.

  27. Ini merupakan M-novel pertama yang jadi wishlistku. Ceritanya menurutku cukup complicated dengan adanya perceraian, dan pihak ketiga, dll. Tema yang diangkatpun cukup mainstream ya, tentang amnesia. Tapi justru itu yang membuatku penasaran dengan pengeksekusian novel ini yang katanya, dapat membuat perasaan pembacanya teraduk-aduk seperti naik roller coaster. Banyak misteri yang belum terjawab dalam review ini yang membuatku makin gigit jari dengan ekspresi mupeng. Kenapa He Man bisa bercerai dari suaminya kalau memang mereka saling mencintai dulu? Xie Yu juga, kalau masih mencintai mantan istrinya, kenapa dia malah menjalin hubungan dengan perempuan lain, yaitu Lily. Yang jelas, aku penasaran sekali dengan novel ini dan berharap banyak dengan isinya. Semoga saja sama dengan apa yang kuharapkan.

  28. Reviewnya cantik sekali,Kak. Jelas, menarik, nggak spoiler, dan tentunya berhasil mempersuasi kami untuk segera hanyut dalam kisah Xie Yu dan He Man. Apalagi kakak bilang kalau plot di The Stolen Years ini istimewa dan what a surprise! Bener-bener bikin penasaran ada apa dibalik plot,beserta cerita utuhnya, pengen cepet-cepet hanyut bersama keseruan mereka ,Kak.=)
    Anyway,thankyou for the review

  29. Tidak hanya kepercayaan saja yang perlu dibangun tetapi juga keyakinan dan keberanian untuk mengarungi hidup bersama dalam satu kapal juga harus diperkuat. Jika runtuh, secara tidak langsung kepercayaan pun akan semakin meluruh dengan sendirinya.
    #ehmalahnambahin Heheheheee

    Aku suka amanat kakak di akhir review nih dan setuju Kak Ken, makanya aku pengin nambahin juga. Aku sebenarnya sih penasaran, mengapa He Man amnesia di saat tidak tepat. Jadi, keinget sama drama korea yang masih on-going “Remember”. Apa memang rencana Tuhan seperti ini. Menurutku sih, selain He Man hilang ingatan di saat tidak tepat malah justru membuat Xie Yu semakin menyayangi mantan istrinya ntu.

    Review kakak pas bangett!! Kak Ken nulisnya rapi dari awal hingga akhir. Kakak memberikan kadar yang pas bagi setiap tokoh. Apalagi ditambahin sedikit info tentang fimnya beserta pict-nya. Wahhh … Bikin tambah ngilerrr dehhh. #duhhh

    Semangat terus ya kak reviewnya, baca review kakak itu seperti ditarik ke dunia Kak Ken. Ini lhooo duniaku… Aku bisa merasakan sentuhan tulisan kakak dan penyampaian perasaan kakak untuk novel ini. Makasih ya Kak Ken reviewnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s