[ REVIEW NOVEL ] “Delicious Marriage” by Indah Hanaco

DM
Judul : Delicious Marriage
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Grasindo
Tebal : 234 halaman
Genre : Fiksi – Romance – Adult
Harga Resmi : IDR 59,000


Milly Regitha
Seorang bridal consultant yang tak lagi mempercayai cinta setelah seseorang melukainya di masa lalu. Memaksanya menutup rapat hatinya dalam sebuah kotak yang enggan dia buka kembali. Ia tidak mau lagi berurusan dengan laki-laki, dia sudah membulatkan tekadnya. Setidaknya seperti itu, sampai akhirnya seseorang datang dan dengan gigih berusaha merobohkan tembok yang telah sekuat tenaga Milly bangun untuk membentengi hatinya. Dan Milly yang masih terlalu dihantui masa lalunya, tidak bisa membiarkan benteng itu runtuh begitu saja.

“‘…Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan trauma berkepanjangan.'” ㅡ hal. 5

Keith Bertram
Mungkin awalnya ia hanya tertarik karena wanita itu tidak menunjukkan respon apapun saat mereka berpapasan pada suatu hariㅡberbeda dengan wanita-wanita lain yang menatap penuh minat setiap kali melihatnya. Lantas ia nekat mengajak wanita itu berkenalan. Dan saat itulah ia menemukan sepasang mata muram itu. Mata yang menumbuhkan sesuatu dalam diri Keith, yang berkembang sedemikian besar dan kuat dengan cepat. Masalahnya, ada tembok yang berdiri kelewat tinggi dan tebal  yang harus ditaklukannya, dan berkali-kali memaksanya untuk menyerah.

“‘…Satu kesempatan saja, aku cuma minta itu.'” ㅡ hal. 13

.

.

.

“…adakalanya akal sehat memang tidak berfungsi dengan baik.” ㅡhal. 18

“‘…Orang kadang lupa, ada hal-hal tertentu yang menjadi hak prerogatif Tuhan dan nggak bisa diganggu gugat.'” ㅡ hal. 38

“‘…Ini cuma tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta padamu tanpa bisa menahan diri.'” ㅡ hal. 42

“‘Nggak ada jaminan bahwa kenal seseorang selama bertahun-tahun akan membuatmu aman dari rasa sakit.'” ㅡ hal. 43

“‘…mencintai dan bersama seseorang berartimelakukan penyesuaian dan kerja keras seumur hidup. Cinta saja nggak cukup. Saling menghormati dan memegang komitmen itu luar biasa penting. Cinta bisa hilang dan tumbuh perlahan.'” ㅡ hal. 43-44

“‘…Hidup ini butuh keseimbangan, nggak cuma hal-hal manis melulu yang harus dialami. Kalau itu terjadi, kau akan lupa rasa bahagia itu seperti apa.'” ㅡ hal. 46

“‘Gaun penganti itu mirip jodoh… Nggak bisa dipaksa.'” ㅡ hal. 52

“‘…niat baik akan membuat langkah lebih ringan.'” ㅡ hal. 54

“‘Kadang kita terlalu takut dengan risiko. Padahal, apa sih yang nggak ada risikonya di dunia ini?'” ㅡ hal. 55

“‘…Adakalanya kita harus egois, menempatkan kebahagiaan sendiri di atas banyak hal.'” ㅡ hal. 63

“…Tidak ada hal-hal yang bisa dilakukan manusia untuk mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Pilihan cuma satu, melanjutkan hidup. Menjadi bahagia atau menderita, pilihan ada di tanganmu.” ㅡ hal. 68

“‘…Tiap orang punya masa lalu. Aku tolol kalau cemburu pada masa lalu, hal yang mustahil kuubah.'” ㅡ hal. 90

“‘…Saat marah, perempuan selalu mengucapkan kata-kata yang berbanding terbalik dengan keinginannya.'” ㅡ hal. 125

“‘…hidup memang begitu. Butuh keberanian besar untuk menjalaninya. Risiko selalu ada.” ㅡ hal. 158

“‘…Menyukai seseorang, memujanya diam-diam, nggak butuh alasan. Perasaan adalah sesuatu yang nggak bisa dikendalikan.'” ㅡ hal. 189

.

.

.

“Delicious Marriage” adalah buku Indah Hanaco pertama yang saya baca. Memang beliau sudah sangat banyak menelurkan karya-karya yang saya yakin tak kalah bagusnya. Namun karena saya sebelumnya lebih banyak menekuni buku-buku dari luar dan genre di luar romance, jadi baru kali ini saya baca buku beliau hehe~ maapkeun, Kakak. Rasanya tahun ini saya harus banyak baca buku lokal ya 😀

Buku ini mengangkat tema tentang keberanianㅡuntuk bangkit kembaliㅡdalam cinta. Seperti Milly yang berusaha kembali mempercayai cinta setelah terpuruk dalam masa lalu yang buruk. Kehadiran Keithㅡ yang meski menyebalkanㅡtelah memporakporandakan pertahanannya dan membuatnya membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu. Meski jalan yang mereka lalui tidak mulus, bahkan sejak awal.

Milly, sang tokoh utama, digambarkan sebagai sosok yang ‘suram’, berbanding terbalik dengan Keith yang selalu tersenyum cerah. Namun setelah masuk lebih dalam lagi, kita akan melihatnya bertransformasi menjadi wanita yang lebih ceria dan bahkan ‘berani’. Beda dengan Keith yang mungkin sejak awal akan segera mendapatkan hati para pembaca. Terutama kegigihannya dalam mengejar Milly yang patut diacungi jempol. Meski memang kesannya bikin risih, tapi dia sungguh-sungguh dengan perasaannya dan sama sekali tidak menyerah meski Milly menolaknya berkali-kali.

Selain kedua tokoh utama di atas, akan ada banyak tokoh lagi yang muncul dalam cerita. Jadi harus menyiapkan memori yang cukup untuk mengingat mereka. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan buku berkarakter banyak, mungkin tidak akan menjadi masalah 🙂

Karakter favorit saya adalah Phillip, yang merupakan sahabat Keith. Selain dirinya, masih ada Rafe yang juga merupakan sahabat Keith. Dan di antara ketiga sekawan ini, Phillip lah yang berkepribadian paling tenang dan dewasa. Ia beberapa kali memberi masukan pada Milly saat sedang bermasalah dengan Keith. Dan surprisingly penulis memberikan cerita yang tak disangka-sangka di akhir buku tentang kisah asmaranya. Membuat saya penasaran setengah mati! Untungnya penulis sempat membocorkan sedikit rencananya untuk membukukan kisah Phillip juga! Wah, cant wait, Kak 😀

Sudut pandang yang digunakan Indah Hanaco dalam buku ini ada dua macam. Yang paling mendominasi adalah sudut pandang orang orang ketiga, dan beberapa bab dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Milly. Saya berharap Keith akan mendapat bagian juga, namun rupanya penulis tidak mengabulkannya. Padahal pingin banget mendalami perasaan Keith juga hehehe~ Sementara untuk alurnya menggunakan alur maju, dengan beberapa cerita di masa lalu yang diceritakan melalui story telling oleh para tokoh.

Untuk gaya bahasa, penulis dominan menggunakan ejaan yang disempurnakan. Sedangkan untuk dialog-dialognya menggunakan bahasa yang lebih bebas. Di sini saya sedikit kurang sependapat dengan penulis yang menggunakan kata “kau” alih-alih “kamu” dalam dialog. Kesannya jadi seperti sedang membaca novel terjemahan. Mungkin akan lebih cocok jika setting dan karakter-karakternya berasal dari luar.

Saya menyukai pemilihan profesi kedua tokoh dalam buku ini. Milly sebagai bridal consultant dan Keith sebagai orang yang bekerja di manajemen artisㅡdan kemudian berpindah mengelola kedai kopi. Namun karena porsi sudut pandang yang lebih banyak fokus pada Milly, pekerjaan Keith jadi sedikit tak terekspor. Padahal saya penggemar orang-orang yang bekerja di sebuah kedai kopi, dan berharap akan menemukan beberapa paragraf tentang kecintaan Keith meracik kopi. Tapi tak apalah. Toh semua pendapat saya di atas tidak mengganggu jalan ceritanya juga 🙂

Ngomong-ngomong saya menikmati jalan ceritanya, terutama di bagian-bagian awal tentang perjuangan Keith mendapatkan cinta Milly. Dan meski konflik-konflik ceritanya juga sebenarnya tidak jauh-jauh dari “orang-orang dari masa lalu yang kembali muncul”, namun dengan kelihaian tangan penulis, ceritanya tetap manis untuk diikuti. WHOOOPS!! Ditambah lagi dengan ‘bumbu-bumbu pedas’ yang ditambahkan dalam cerita yang mampu membuat pembaca menyalakan kipas angin hahaha~ /smirks/ Hanya saja, entah lah, saya merasa penyelesaian masalah di akhir buku terasa sedikit tergesa dan kurang dramatis lagi.

Kemudian untuk target pembaca. Dengan konten yang banyak menampilkan interaksi cukup ‘seram’ antara sepasang suami istri, dengan ini saya menyatakan bahwa buku ini hanya bisa dibaca oleh mereka yang telah dewasa dengan usia di atas 20 tahun. Untuk yang masih sekolah, sabar dulu ya. Buku ini akan tetap keren sampai saat kamu sudah cukup umur untuk menikmatinya 🙂

Kalau Teman-teman mengikuti twitter saya dan menemukan event #BacaBareng beberapa hari ini, pasti sudah tahu kalau saya menyarankan pada Teman-teman yang akan maupun yang sudah menikah untuk membacanya. Selain apa yang sudah saya tulis di atas tentang “menyalakan kipas angin”, buku ini juga akan membantu kita untuk belajar sedikit bagaimana menyikapi masalah-masalah yang sering datang pada pasangan baru menikahㅡkata senior saya di tempat kerja nih, lima tahun awal itu katanya tahun-tahun paling rawan dalam masa pernikahan.

Setiap orang selalu memiliki masa lalu. Entah yang buruk atau yang baik. Entah yang bisa atau tidak bisa dilupakan. Namun janganlah masa lalu itu menjadi penghalang atau justru menghancurkan apa yang ada di depan. Janganlah terlalu berlarut-larut di dalamnya, karena roda hidup tidak akan kembali mundur melainkan tetap berjalan maju. Maka beranilah untuk kembali bangkit dan berharap. Akan lebih baik jika kita menjadikan masa lalu cukup sebagai sebuah cemeti dan pelajaran berharga. Agar kita bisa menjalani apa yang ada di depan dengan lebih baik, tanpa ada lagi penyesalan, dan menjadi lebih berbahagia 🙂

3.5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s