[ REVIEW NOVEL ] “Love Theft #2” by Prisca Primasari

lovet
Judul : Love Theft #2
Penulis : Prisca Primasari
Tebal : 238 halaman
Genre : Fiksi – Young Adult
Harga Resmi : IDR 59,000


Aku punya dua kehidupan:
1. Menjadi mahasiswa payah di kampus.
2. Bergaul dengan sekelompok pencuri.
Pagi ini, aku tidak menjalani dua-duanya. ㅡ hal. 7

Frea pikir, yang hancur cukuplah impiannya sebagai seorang pemain musik. Namun rupanya, kini kehidupannya serasa lebih hancur lebur; saat dengan mata kepalanya sendiri ia melihat pria yang disukainya mencium bibir gadis lain. Bukan sembarang gadis, tapi Coco, yang kalungnya dicuri dan telah mengetahui bahwa Frea, Night, dan Liquor adalah pelakunya.

Pria itu berkata bahwa ia tidak punya pilihan lain karena merasa Coco tidak seperti korban-korban pada umumnya. Coco memiliki sesuatu yang disembunyikan, dan kemungkinan berbahaya. Frea, Night, dan Liquor pun berkumpul untuk membahas tentang gadis itu. Yang berakhir pada kesimpulan bahwa mereka harus mengembalikan kalung Coco, sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Sekalipun Liquor awalnya menolaknya mentah-mentah karena melanggar prinsipnya sebagai seorang pencuri.

“Terkadang kita perlu mengabaikan prinsip, demi kebakan semua orang.” ㅡ hal. 76

Masalahnya, saat ketiganya datang ke markas pencuri milik paman Frea, mereka mendapati kenyataan yang mengejutkan tentang kalung tersebut. Yang ternyata sudah laku terjual, dan sang pembeli adalah COCO SENDIRI!

Merasa dibodohi, Frea, Night, dan Liquor mendatangi kediaman Coco untuk meminta penjelasan mengapa gadis itu masih meminta mereka mengembalikan kalungnya jika barang tersebut telah ia miliki kembali. Namun di sini hati Frea kembali diiris-iris tanpa ampun saat Cocoㅡsebelum ia bersedia membuka mulutㅡkembali meminta pria yang disukai Frea untuk menciumnya, lagi-lagi pula di depan mata Frea sendiri.

“Kalau kamu memang mencintai saya, percayalah pada saya.” ㅡ hal. 140

Belum sempat Frea mengobati luka-luka di dalam hatinya, Cocoㅡyang telah membuka jati dirinya yang sebenarnyaㅡtelah mengacungkan senjata. Menembak salah satu di antara mereka bertiga. Darah pun tumpah.

“Kriminalis itu hatinya nggak akan pernah bisa tenang, Fre. Biarpun kelihatannya gaharㅡmain bunuh seolah manusia punya nyawa cadangan kayak Mario Brosㅡtetap aja ngerasa ketakutan sepanjang waktu.” ㅡ hal. 204

.

.

.

…Betapa ironis fakta bahwa seorang pria, seuat apa pun dirinya, bisa remuk gara-gara wanita. Wanita sanggup menghancurkan; wanita pun mampu membangkitkan. ㅡ hal. 57

Ada tipe lelaki yang bisa kau kagumi, tapi tidak akan pernah bisa kau miliki. ㅡ hal. 71

…Hidup adalah tentang menunggu. ㅡ hal. 157

Robin Hood atau bukan, pencuri tetap saja pencuri. ㅡ hal. 170

“Bertemu orang yang dicintai seberapa sering pun, rasaya tidak pernah puas ya.” ㅡ hal. 183

.

.

.

Buku terakhir dari duologi “Love Theft”. Saat membacanya, saya kembali nggak ngerti kenapa cerita ini harus dipisahkan dalam dua buku. Karena pun jika dibuat dalam satu buku, ketebalan bukunya juga tidak terlalu ekstrimㅡhanya 400an halaman. Well tapi mungkin ini trik untuk membuat pembaca penasaran dan jadi memiliki keduanya ya hehe Selain itu, kalau nggak dibuat dalam dua buku, mungkin saya juga nggak akan memiliki covernya yang manis itu sih 😀

Masih sama dengan buku pertama, buku ini mengambil sudut pandang dari sisi Frea. Namun di bagian belakang, akan ada sedikit part dimana POV Frea menceritakan kisah hidup dari pria yang disukainyaㅡini sengaja banget lho nggak saya sebutkan siapa, biar Teman-teman yang belum baca jadi penasaran hehe. Penggunaan bahasanya pun begitu. Penulis masih mempertahankan ejaan baku di paragraf narasi dan bebas di dialognya.

Sedangkan untuk tokoh-tokohnya, buku dua menghadirkan beberapa tokoh baru yang mungkin hanya disebutkan saja di buku pertama. Meski demikian, yang punya part menonjol hanya dua orang orang sih menurut sayaㅡGrasshoper dan Akikoㅡjadi nggak perlu khawatir akan kebingungan dengan code name yang nyentrik-nyentrik 🙂 Dan ngomong-ngomong nama. Di buku ini kita akan diberi tahuㅡakhirnyaㅡnama asli dari Night dan Liquor lho.

Kalau karakter favorit sih, masih tetep Bung Tarantula dong. Sayangnya part dia di buku ini sedikit sekali. Yah, setidaknya dia tidak dilupakan hehe dan dia masih saja mencari celah untuk merebut cewek yang disukainya 😀 Mungkin akan ada side story khusus dia, Kak Prisca? /dibuang/

Referensi musik-musik instrumen juga tidak ketinggalan. Ada banyak judul-judul baru yang ingin saya coba googling dan unduh. Dan kali ini puisi-puisi dari Barat juga ikut melengkapi ceritanya. Salut dengan informasi-informasi pendukung yang dihadirkan penulis dalam buku ini! 😀

Untuk cerita, as I expected, seluruh permasalahan dibuka tirainya dalam buku ini. Saya senang saat semua rasa penasaran saya terjawab. Semuanya dibahas dan diselesaikan dengan tuntas serta apikㅡbagian Night apalagi 🙂 Dan waw! Saya cukup terkesan dengan bagaimana cara penulis mengakhiri cerita ini, untuk saya sih jadi poin plus! 😀 Sayangnya saya merasa bab paling akhir sedikit terasa aneh(?). Adegan yang seharusnya membahagiakan di dalamnya juga kurang dapat gregetnyaㅡmeskipun mungkin memang sengaja tidak dibuat romantis. Penyelesaian masalah tentang Coco juga sedikit bikin saya kurang puas, mengharap yang lebih dramatis gitu hehe

Bookmark juga masih absen di buku ini. Tapi kak Prisca sempat bilang dalam mention twitter ke saya kalau mungkin akan mempertimbangkan ide pembatas buku ini di cetakan “Love Theft” selanjutnya, dan mungkin beneran berbentuk pita hitam-putih yang manis itu 😀 /dijambak/

pris

Sebelum baca buku ini, menurut saya, sangat diwajibkan untuk baca buku pertamanya terlebih dahulu karena isinya yang sangat berkaitan. Mungkin akan sedikit kebingungan kalau Teman-teman nekat membaca buku kedua ini langsung dan mengabaikan buku pertamanya. Dan lagi-lagi judul ini juga masih saya labeli dengan Young Adult karena terdapat adegan kiss yang sedikit menjurus ke arah porn ditambah dengan adanya adegan goreㅡmeski minor, saat adegan Coco nembak. Saya kurang tega(?) saja kalau buku ini dikonsumsi Teman-teman yang masih duduk di bangku sekolah hehe

Dalam buku ini kita ditunjukkan bahwa sekuat apapun laki-laki, namun sebenarnya hati mereka pun sama rapuhnya dengan wanita. Apalagi jika orang-orang yang mereka cintailah yang telah menghancurkannya. Mereka pun juga bisa menjadi gila karenanya dan melakukan hal-hal buruk sebagai pelampiasan.

Kita juga akan sedikit disentil perihal maaf dan memaafkan. Bagaimana berbesar hati untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita sedalam apapun dan bagaimana memberanikan diri untuk minta maaf. Karena menjadikan diri sebagai batu pun hanya akan memperburuk keadaan dan menyakiti diri kita sendiri lebih dalam. Akan lebih baik jika kita membuka hati dan kembali merangkul mereka yang telah menyakitiㅡmaupun disakitiㅡkita. Bukankah bahagia itu salah satunya adalah bisa tersenyum dengan orang yang kita cintai ada di sisi kita? 🙂

4

Advertisements

2 comments on “[ REVIEW NOVEL ] “Love Theft #2” by Prisca Primasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s