[ REVIEW NOVEL + TV SERIES ] “And Then There Were None” by Agatha Christie

IMG_20160730_202547-vert
Judul : And Then There Were None (Lalu Semua Lenyap)
Penulis : Agatha Christie
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 296 halaman
Genre : Fiksi – Thriller ㅡ Crimes


Delapan orang yang terdiri dari wanita dan pria yang memiliki latar dan profesi yang berbeda, diundang oleh seseorang bermarga Owen, untuk tinggal selama beberapa hari di sebuah rumah mewah nan modern di Pulau Negro (TV Series : Soldier Island). Masing-masing dari mereka diundang melalui biro atau surat pribadi dengan alasan yang berbeda-beda pula. Tanpa rasa curiga, mereka menyanggupi undangan tersebut dan berangkat ke pulau yang terpencil namun indah itu.

Ada sesuatu yang gaib pada sebuah pulauㅡbahkan kata “pulau” itu sendiri memberikan arti yang fantastis. Engkau terpisah dari duniaㅡsebuah pulau adalah suatu dunia tersendiri. Mungkin suatu dunia tempat engkau tak akan pernah kembali. ㅡ hal. 38

Sampai diㅡsatu-satunyaㅡrumah yang dimaksud di Pulau Negro tersebut, kedelapan tamu dijamu oleh pasangan suami-istri Rogers selaku pengurus rumah tangga kediaman Owen. Setelah menginjakkan kaki di rumah itu, kedelapan tamu menanyakan kepada pasangan pengurus rumah tentang seperti apa rupa sang majikanㅡOwen. Namun anehnya, pasangan tersebut tidak tahu menahu tentang identitas sang majikan. Mereka pun datang dalam rangka memenuhi tugas bahwa mereka harus mengurus rumah tersebut untuk Owen. Pengakuan pasangan ini memberikan tanda tanya di benak para tamu, karena pun mereka berdelapan tidak pernah sekalipun mengenali rupa sang pemilik rumah megah ini.

Kalau dipikir rasanya anehㅡsemuanya anehㅡsangat aneh…. ㅡ hal. 31

Makan malam pertama di rumah itu berlalu dengan para tamu saling memperkenalkan diri mereka dan juga profesi merekaㅡmeskipun (dalam TV series) sempat ada ketegangan antara kedua tamu yang terlibat penyerempetan. Namun suasana damai itu rusak saat para tamu menikmati jamuan minuman. Sebuah suara tak berwujud memenuhi seluruh ruangan, mengatakan hal aneh tentang kedelapan tamu serta pasangan pengurus rumah. Hal-hal aneh yang merupakan awal serentetan kejadian-kejadian mengerikan yang menyelimuti seluruh tamu di rumah itu.

“Berjaga dan berdoalah. Hari pengadilan sudah dekat.” ㅡ hal. 20

…Dosamu akan selalu mengejarmu.” ㅡhal. 108

The ‘Lucky’ Guests

“…Mungkin merupakan hal yang baik, bila orang tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi.” ㅡ hal. 42

1. Vera Claythorne (Maeve Dermody)

Vera Claythorne

Seorang guru sekolah yang diundang untuk menjadi sekretaris sementara Mr.&Mrs. Owen. Atas ‘kelalaiannya’, dulu ia pernah kehilangan seorang anak didik yang tewas tenggelam. Ia telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan, namun usahanya ‘tak cukup mampu’ untuk menyelamatkan anak itu.

2. Philip Lombard (Aidan Turner)

Philip Lombard

Diundang untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan yang tidak menyenangkan di rumah keluarga Owen. Ia memang telah terbiasa dengan kondisi-kondisi ekstrim dulunya. Tubuhnya yang atletis dan kecakapannya memegang senjata menjadi alasan dipercayakannya tugas itu. Namun siapa sangka, ia pernah menjadi dalang pembunuhan 21 orang.

3. Edward Amstrong (Toby Stephens)

Doctor Edward Armstrong

Pasangan Owen mengundangnya dengan mengaku bahwa istrinya menderita penyakit syaraf dan membutuhkan bantuannya. Pasangan Owen tidak ragu meminta bantuannya karena ia adalah dokter dengan nama yang cukup tersohor. Sekalipun dulu ia pernah gagal menangani sebuah operasi yang membuat nyawa pasien melayang.

4. William Blore (Burn Gorman)

Detective Sergeant William Blore

Awalnya ia memalsukan identitasnya sebagai Mr. Davis, sebelum akhirnya terbongkar oleh suara tanpa wujud di rumah keluarga Owen. Ia diundang untuk mengawasi para tamu keluarga Owen karena pekerjaannya yang seorang polisi penyelidik. Ia pernah memiliki masalah dengan seorang terpidana yang meninggal dalam selnya.

5. Laurence Wargrave (Charles Dance )

Judge Lawrence Wargrave

Ia diundang oleh seorang wanita kenalannya untuk bertemu di rumah keluarga Owen itu. Profesinya yang sebagai hakim membuatnya selalu tenang dan bijak. Namun dulunya, ia pernah dituduh sengaja menjatuhkan hukuman pada seorang tersangka dengan sengaja memberikan bukti-bukti palsu yang memberatkannya.

6. Emily Brent (Miranda Richardson)

Emily Brent

Mendapat undangan dari wanita yang ditemuinya dalam acara beberapa tahun yang lalu untuk berlibur di rumah keluarga Owen. Didikan militer dari kedua orangtuanya membuat Miss Brent selalu tegas dan cenderung kaku. Ia pernah mengeluarkan seorang gadis asuhannya keluar rumah karena kedapatan hamil sebelum menikah.

7. (Thomas) Rogers (Noah Taylor)    8. Mrs. (Ethel) Rogers (Anna Maxwell Martin)

                                   Thomas Rogers Ethel Rogers

Pasangan suami-istri Rogers ini diundang oleh keluarga Owen tak lama sebelum kedelapan tamu yang lain datang ke rumah besar itu. Mereka diundang sekaligus diberi tugas untuk mengurus rumah karena telah dikenal sebagai pengurus rumah yang ulet dan tekun. Meskipun begitu, mereka pernah diterpa gosip miring tentang kematian majikan mereka yang lama.

9. John MacArthur (Sam Neill)

General John MacArthur

Seorang pensiunan tentara yang belakangan menghindari berinteraksi dengan tetangga-tetangganya karena merasa digunjingkan di belakang punggungnya. Ia pernah memiliki masalah dengan salah satu prajuritnya dulu, yang membuat sang prajurit tewas dalam tugas. Karena itulah undangan dari keluarga Owen semacam menjadi liburan untuknya. Untuk menenangkan diri di pulau terpencil tanpa harus khawatir dengan tatapan-tatapan aneh dari para tetangganya.

10. Anthony Marston (Douglass Booth)

Anthony Marston

Seorang pemuda yang penuh semangatㅡbahkan terlalu bersemangat. Ia sangat suka mobil dan suka kebut-kebutan di jalan. Dulu ia pernah ‘tidak sengaja’ menabrak dua anak kecil yang membuat SIMnya harus ditahan beberapa bulan. Ia diundang pasangan Owen untuk mengikuti pesta kecil-kecilan di kediaman pasangan itu.

“Baiknya sebuah pulau adalah sekali engkau ke sanaㅡengkau tak bisa ke mana-mana lagi… engkau sampai pada akhir segala-galanya….” ㅡ hal. 86

Saya mendengar nama Agatha Christie memang sudah sejak lama sekali. Dan sejak kenal itu pulalah saya ingin mencicip buku-buku beliau yang dikenal sebagai Ratunya Kriminal. Namun baru terealisasi sekerang karena memang saya ingin mulai mengoleksi (kalau bisa) karya beliau dengan membaca “And Then There Were None” sebagai karya pembuka berhubung banyak sekali teman-teman yang merekomendasikan buku ini.

Sayangnya, buku ini sudah nyaris tidak bisa ditemukan. Saya sendiri beli buku ini lewat situs jual-beli online dan tidak cukup yakin apakah ini buku asli, kendati kualitas bukuㅡterutama kertasㅡnya bagus Orz But well, at least saya berhasil mendapatkan DAN MEMBACA karya sensasional ini♥ Dan kesan yang muncul setelah menamatkan bukunya adalah, “Gila! Ini gila beneran!” Ceritanya benar-benar membuat saya melongo saat tahu kenyataan dibalik semua kasus dalam buku. Asli gila! XD

Poin utama dalam cerita ini adalah Sajak Sepuluh Anak Negro ditambah figurine 10 anak negro (TV Series : Sepuluh Pejuang). Isi cerita dalam buku mengacu pada isi sajak. Dan di sinilah saya merasa sangat berterima kasih pada TV Series-nya yang telah mengadaptasi novel ini dengan baik. Saya suka sekali realisasi pengeksekusian sajak tersebut, benar-benar ikutan bikin merindingㅡpas banget nontonnya mendekati tengah malam kala itu. Well done BBC!!♥

Novel yang menggunakan sudut pandang orang ketiga ini mengajak kita untuk benar-benar mendalami para karakter berikut segala bentuk pemikirannya. Berfungsi juga untuk membuat kita bertanya-tanya tentang segala kebenaran yang awalnya dirahasiakan rapat-rapat oleh penulis, karena masa lalu kesepuluh tamu disampaikan lewat retelling masing-masing orang. Sedangkan untuk bab paling belakang, sudut pendang berubah jadi orang pertama yang menjelaskan bagaimana teror dalam buku terjadi. Dan bicara ending, jujur saja saya lebih suka versi TV series. Dimana akhir cerita terkesan ‘lebih menjelaskan’ dibandingkan novelnya yang saya masih lumayan bingung mencerna.

Kemudian tokoh. Berhubung ada sepuluh orang yang dijelaskan secara langsung dalam buku, saya jadi cukup mengalami kesulitan untuk mengingat nama para karakter. Vera itu siapa? Lombard yang mana? Hakim itu, namanya siapa tadi? Semacam itulah hahaha Beruntung oh beruntung, ada TV series yang memudahkan saya untuk mengingat semua orang.

(LIGHT SPOILER?) Para tokoh-tokoh ini, antara buku dan TV series nya juga terdapat sedikit perbedaan. Misalnya sifat pasangan Rogers yangㅡmenurut sayaㅡlebih galak dibanding bukunya. Lalu karakter pria dan wanita yang semacam swap personality di TV series nya. Mungkin karena dalam novel dituliskan sebuah adegan dimana karakter pria tersebut menampar sang wanita, yang mungkin juga tidak etis ditunjukkan untuk serial berating 15+. Jadi sekalian saja penokohannya dibalik, sehingga adegan itupun berubah menjadi si wanita yang menampar pria.

Selain penokohan, ada beberapa adegan dalam TV series yang berbeda dari novel maupun ditambahkan. Meskipun demikian, untuk saya pribadi, perbedaan-perbedaan itu tidak merusak cerita asliㅡnovelㅡnya. Ceritanya tetap bagus dan bisa dibilang berhasil untuk serialisasi novel penulis sang Ratu Kriminal ini /thumbs up/

Uh oh, perbedaan paling cihuy(?) buat saya adalah terselipnya adegan romance di TV series nya 😀 Semacam intermezzo dari kengerian mulai episode pertama sih, meski nggak ada sama sekali di bukunya. Gara-gara adegan romance ini, akhir ceritanya jadi sedikit tragis lho muahahaha I hope you cant guess it lol

Seperti yang saya tuliskan di atas, saya lebih suka ending yang disuguhkan TV series ketimbang bukunya. Memang ending versi buku memiliki kesan yang lebih misterius, namun entah buat saya jatohnya jadi kurang greget. Meskipun demikian, asli endingnya kerenㅡfor both!! Well you cannot finish mystery one with a happy-ever-after thingy, it should be done by mystery as well. Kalau perlu yang bikin pembacanya misuh-misuh saking nggak nyangkanya hahaha

Selain ending, saya juga kurang suka gaya penulisan buku ini. Dimana kalimat dialog dibuat satu spasi di bawah deskripsinya. Begini contohnya :

Philip Lombard berkata tajam,
"Dalam cuaca buruk pasti sulit berlabuh di sini." ㅡ hal. 32

Padahal di beberapa halaman awal tidak ada masalah. Namun mendadak penulisannya jadi begitu. Entah ini memang dari naskah asli Master Agatha Christie atau penulisan dari penerbit saya juga kurang tahu. Yang jelas, untuk saya sedikit mengganggu ^^;

Sedang untuk TV seriesnya, saya rasa kekurangannya terletak dari visualisasi rumah dan style para tokoh. Terlalu modern untuk ukuran cerita yang notabene bersetting tahun 1920an. Saya masih mengharap menemukan baju terusan berkorset untuk wanita, namun rupanya gaya berpakaiannya sudah modern sekaliㅡnggak sampai yang kekinian juga sih. Sedangkan untuk para pria, kemaja yang dimasukkan dalam celana sudah tidak ada masalah. Hanya saja jas dan gaya rambutnya saja yang kurang jadul ^^;

Tapi apapun segala bentuk kekurangan yang saya rasakanㅡdan tulisㅡdi atas, sama sekali nggak mengurangi kerennya cerita ini kok. TETAP GILA! It’s 5/5 to read other books of Lady Agatha Christie

Kendati rating TV seriesnya adalah 15+, saya tidak menyarankan SAMA SEKALI bagi yang masih (baru) remaja untuk menontonnya, karena adegan-adegan berdarah di dalamnya. Membaca bukunya pun rasanya juga masih harus diawasi sih. Serius! Saya saja ngeri kalau membayangkan anak saya nanti baca buku ini Orz (memang sudah punya? XD ) Saya yang nyaris seperempat abad dan baru tahu ceritanya saja nggak nyesel, jadi bacalah buku ini di usia yang benar-benar cukup ya ^^;

Aku ingin membunuh…. Ya, aku ingin membunuh…. ㅡ hal. 278

 

4.5
for both book and TV series

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s