[ REVIEW NOVEL ] “Cress” by Marissa Meyer

cress
Judul : Cress
Penulis : Marissa Meyer
Penerbit : SPRING (HARU media)
Tebal : 575 halaman
Genre : Fiksi ㅡ FantasySci-FiDysthopia
Harga Resmi : 115,000 IDR

Cressent Moon menghabiskan 7 tahun terakhir hidupnya dengan dikurung dalam sebuah satelit karena ia adalah seorang shellㅡorang Bulan yang tidak memiliki anugerah Bulan. Takdir itu harus diterimanya karena ahli sihir Bulan, Sybil, telah mengampuninya dari eksekusi mati. Sebagai gantinya, selain ia harus tinggal dalam satelit, ia dibebani tugas berat dari kerajaan Bulan dalam usaha menginvasi Bumi.

Dia bisa melihat kubah-kubah besar berkilauan di permukaannya dan kota yang berpendar tempat orang-orang Bulan tinggal. Dulu, dia juga tinggal di sana. Bertahun-tahun lalu. Sebelum dia diasingkan. ㅡ hal. 8

Ia melaksanakan tugas tersebut dengan sangat baik, bahkan ahli sihir Sybil pun mempercayainya. Namun di balik itu semua, ia tak pernah sejalan dengan keinginan orang-orang Bulan untuk menaklukkan Bumi. Cress merasa posisinya saat ini amat sangat salah. Ia ingin keluar dari pekerjaan itu, ingin keluar dari satelit itu, dan menjalani hidupnya dengan baik. Tak mau lagi menjadi kaki tangan kekejian orang-orang Bulan.

Lantas ia mendapatkan tugas untuk menangkap Cinderㅡberikut komplotannya. Dalam usaha itu, Cress mengunduh semua informasi tentang kawanan buronan dari Bumi itu. Saat itulah ia mengenal seseorang yang menarik perhatiannya. Seseorang yang awalnya terlihat menjengkelkan, namun dengan segera mengubah pandangan Cress saat ia membaca lebih jauh tentang riwayat orang itu. Cress pun pelan-pelan jatuh cinta padanya.

Cress terus menggali informasi, terpesona dengan cara pemuda itu menghancurkan dirinya sendiri. Seperti saat menonton sebuah tabrakan asteroid, Cress tidak bisa berpaling. ㅡ hal. 32

Dan demi Bintang-Bintang, Cress sangat ingin diselamatkan olehnya. Oleh Carswell Thorne.

Dialah pahlawan yang didambakan Cress sepanjang hidupnya. ㅡ hal. 33
“Kau sangat manis, Cress. Aku tak ingin melukaimu.” ㅡhal. 253

Sementara itu, Cinder masih menyandang status buronan Persemakmuran Timur. Dengan kawan-kawan satu pesawatnya, Scarlet, Wolf, dan Thorne, ia mulai menyusun misi untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya. Untuk menyelamatkan Bumi dari Levana. Juga untuk menyelamatkan Kai.

.

.

.

“Cress” adalah buku ketiga dari seri The Lunar Chronicles. Dan untuk buku ini, Marissa Meyer mengadaptasi dongeng Rapunzel yang melegenda itu. Namun tidak seperti Cinder dan Scarlet yang bisa dikatakan cukup setia dengan dongeng aslinya. Untuk saya sih, yang membuat Cress mirip dengan Rapunzel hanyalah persamaan rambut mereka yang panjang dan terkurung dalam ‘penjara’. Selebihnya, terutama jalan cerita, sama sekali lain.

Untuk setting bukunya juga ada sedikit perbedaan dengan kedua buku sebelumnya. Jika buku satu dan dua fokus pada Beijing dan Perancis, di buku ketiga setting akan beberapa kali berpindah tempat. Meski begitu, yang dapat porsi cukup banyak adalah saat Cinder dkk berada di Afrika. Di sini, pembaca akan menemukan selipan adegan romance di padang pasir! Saya berani bertaruh, Teman-teman akan menyukainya! Bisa baca sendiri di bukunya! 🙂

Mengikuti kedua buku sebelumnya, “Cress” juga menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam penuturan ceritanya. Dan dalam buku ketiga ini, saya mendapat tantangan tersendiri. Karena fokus ceritanya lagi-lagi dibagi dari sisi seluruh tokoh dalam buku yang totalnya hampir sepuluh orang! Bedanya, saya tidak bisa lagi menerapkan sistem “baca tokoh A dulu, baru tokoh B” karena ceritanya saling bertautan, yang jika saya masih nekat pakai sistem tersebut, walhasil akan bingung sendiri nantinya.

Untuk tokoh, selain Cress, ada beberapa nama baru yang dimunculkan. Namun mayoritas hanya digunakan sebagai pelengkap cerita di buku ketiga ini saja, which means kita mungkin tidak akan menemukan mereka lagi di buku keempat.

DAN! Dr. Erland kembali muncul, Saudara-saudara 😀 Selain si dokter, saya juga menyukai karakter Carswell Thorne yang dalam buku ini punya lebih banyak part dibanding buku sebelumnya. Dan ada satu adegan dalam buku yang saya sukai, dimana keduanya terlibat pembicaraan tentang Cress.

Sedangkan untuk jalan ceritanya, mulai buku ini, petualangan Cinder dan teman-temannya semakin seru. Karena konflik antara Bumi dan Bulan semakin jelas dan meruncing. Adegan action pun akan lebih banyak kita temukan dalam di buku ketiga ini. Menjelang akhir buku, kita juga akan dibuat totally excited dengan misi yang dijalankan Cinder dan kawan-kawannya. Dan tak hanya konflik Bumi dan Bulan saja lho, penulis pun tak luput menghadirkan konflik untuk masing-masing couple dalam bukunya. Membuat ceritanya semakin terkemas dengan apik dan seru. Salut untuk Marissa Meyer yang menunjukkan peningkatan dalam penyajian ceritanyaㅡterasa sekali. Membuat saya makin tak sabar membaca buku keempatnya nanti! 😀

Sekarang tentang alih bahasa. Rasanya Teman-teman tidak perlu meragukan kualitas para translator HARU media dalam mengalihbahasakan buku-buku luar. Tak terkecuali buku ini, terjemahannya sekali lagi rapi dan bagus. Hanya saja, saya cukup kaget nih. Ada beberapa typo yang saya temukan di dalamnya. Padahal biasanya selalu teliti lho. But sokay, nothing’s perfect. Saya pribadi nggak begitu mempermasalahkannya, toh tidak mengurangi keseruan membaca bukunya 🙂

Kalau pun ada yang membuat saya kecewa, mungkin dari kualitas kertas covernya yang tipis sekali. Entah apakah dimaksudkan untuk menekan harga jual yang nyatanya sudah mahalㅡjauh lebih mahal ketimbang dua buku sebelumnyaㅡatau karena hal lain. Yang jelas karena kualitasnya yang menurun ini, cover buku milik saya sudah tertekuk di beberapa bagian. Selain itu, sekali covernya melengkung, akan susah kembali lurus seperti sedia kalaㅡbisa lihat di foto awal postingan ini. Padahal sudah saya perlakukan sehati-hati mungkin. Semoga kualitas cover buku keempat akan lebih baik. Toh harganya sudah mahal sekali lhoㅡlewat 100K IDRㅡharusnya dari segi kualitas pun juga lebih baik.

Selain itu, kesan kelam dari covernya sedikit pudar. Background covernya didominasi biru tua alih-alih hitam seperti dua buku sebelumnyaㅡsekalipun tidak ada cacat dalam artwork nona hanheebin. Semakin komplit dengan saya yang ‘beruntung’ mendapatkan cover dengan tulisan yang sedikit nge-blur.

Namun terlepas dari kualitas bukunya yangㅡuntuk sayaㅡkurang memuaskan, “Cress” masih sangat recommended untuk dibaca. Tentunya setelah membaca buku pertama dan kedua dong 😀 Rasanya sudah lama sekali saya bisa se-excited ini dengan seri fantasiㅡsetelah seri HP yang luar biasa ituㅡbiasanya sih kalau fantasi cari yang stands alone saja.

Buku keempat nanti, yang berjudul “Winter”, akan membawakan dongeng “Snow White” yang lagi-lagi dikemas dengan berbeda oleh sang penulis. Bukunya sendiri belum lama ini telah diterbitkanㅡmasihㅡoleh penerbit SPRING, dengan harganya yang…well…fantastis untuk dompet saya hahaha kira-kira ada yang mau nraktir saya nggak ya?

“Aku janji, aku tidak akan membiarkanmu mati tanpa dicium.” ㅡ hal. 214

4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s