[ REVIEW NOVEL ] “Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang” by Gina Gabrielle

gadis
Judul : Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis : Gina Gabrielle
Penerbit : Inner Child Crowdfound Publisher (ICC)
ISBN : 978-602-74865-0-8
Tebal : 221 halaman
Genre : Fiksi ㅡ Dongeng
Harga Resmi :  50,000 IDR


Adalah seorang pria berambut madu yang gemar berkelanan dengan membawa okulele di bahunya. Ia dalam keputusasaan membawa dirinya menuju Lembah Es, tempat dimana banyak manusia mengistirahatkan Hati mereka. Hati-hati yang terluka.

“…terluka itu tak terhindarkan. Saat kau menjalani hidupmu di luar sana, Hatimu bisa saja tergores, tersayat, dan bahkan patah.” ㅡ hal. 14

Pria berambut madu itu mendapati luka saat bertemu dengan seorang gadis. Ia mempercayakan Hatinya pada gadis itu untuk dirawat. Namun bukannya melakukan hal yang dijanjikan, gadis itu justru menambah parah luka di Hati sang pemuda.

Semakin putus asa karena Lembah Es juga tak sanggup menyembuhkan hatinya, ia membekukan Hatinya sendiri. Sedangkan ia memilih untuk terlelap dalam tidur panjang. Meski demikian, ia tetap membisikkan permohonan agar seseorang datang dan mampu menyembuhkan Hatinya. Bisikannya itu terbang ke langit dan didengar oleh para Bintang, lantas ia pun mendapatkan sebuah jawaban.

 

Sementara itu, di Ujung Pelangi, seorang gadis bercadar duduk di bawah pohon rindang yang berbunga lebat. Gadis itu terpenjara di sana dengan sebuah tugas berat yang harus dilakoninya atas kesalahan yang ia lakukan di masa lalu. Ia harus menenun mimpi untuk orang-orang yang singah di sana, dengan hatinya sendiri sebagai tumbal.

Takkan pernah ada Mimpi jika tak berani untuk percaya. ㅡ hal. 23

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang pria yang, sama seperti orang-orang yang lain, sampai di Ujung Pelangi dalam perjalanannya. Dan seperti yang ia lakukan pada orang-orang lainnya, ia pun menenunkan mimpi untuk pria tersebut.

Menemani gadis tersebut bekerja, pria tadi meminta ijin untuk melipat kertas. Ia menunjukkan pada gadis itu dengan menerbangkannya, membuat gadis itu kagum karena baru kali itu ia melihat sesuatu yang begitu indah. Lantas mereka berdua terlibat dalam percakapan tentang cerita tanpa akhir yang bahagia.

.

.

.

Hati hanya punya satu keinginan, yaitu untuk bebas merasa. ㅡ hal. 6

“…Padahal ia takkan bisa hidup tanpa hati. Tidak ada yang bisa.” ㅡ hal. 12

Berbuat kebaikan membuatmu bahagia, tak peduli betapa sedihnya perasaanmu saat itu. ㅡ hal. 78

“…Jangan mengandalkan mata dan telingamu saja, tapi biarlah jiwamu yang melihat dan mendengar.” ㅡ hal. 83

“Tuan, tentunya kau tidak percaya bahwa hanya ada satu masa depan untuk setiap orang, bukan? Semua pilihan yang kau buat dalam hidup, baik besar atau kecil, bisa mengubah masa depanmu.” ㅡ hal. 103

Dan mungkin, hanya mungkin, di saat kita melupakan masalah kita sendiri dan menolong orang lain yang mengalami kesusahan, sebenarnya kita juga tengah menolong diri kita sendiri. ㅡ hal. 112

Tidak ada yang bisa memilih, hendak lahir sebagai raja atau pelayan.
Tidak ada yang bisa memilih, hendak jatuh Hati kepada siapa. ㅡ hal. 145

“Apakah orang yang pernah tak dicintai, lantas tak bisa lagi mencintai?” ㅡ hal. 190

.

.

.

Buku pertama yang dibaca tahun ini! Akhirnya bisa kembali ngeblog setelah dua bulan hiatus! /Oke, ini curhat!/

“Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang” rupanya menjadi pilihan tepat saya untuk menjadi buku pembuka di awal tahun. Super thank you untuk Kak Gina yang mengijinkan dan mempercayai saya sebagai salah satu Host blogtour buku yang akhirnya diterbitkan secara major ini! HORE~~ /ikut bahagia, tebar confetti/

Seperti yang sudah saya tuliskan pada profil buku, “Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang” (selanjutnya akan saya singkat menjadi GPM) adalah buku dongeng dewasa. Karena cerita yang disuguhkanㅡmenurut sayaㅡmemang agak berat untuk dikonsumsi oleh mereka yang masih anak-anak. Meskipun sebenarnya tidak ada adegan ‘berbahaya’ di dalam buku.

Meski judulnya hanya menyebutkan Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang melipat kertas, rupa-rupanya kita akan diajak untuk bertemu dengan beberapa tokoh lagi di dalam bukunya. Kita akan berkenalan dengan Kol. Ibri yang kerap berdeham, Putri Boneka yang menginginkan kebebasan, dan Pangeran Landak yang ingin dicintai sebagaimana adanya dirinya. Dan mereka semua terlibat dalam petualang menyembuhkan Hati.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga, buku ini ditulis dengan cara yang berbeda. Sangat puitis dan sarat kalimat-kalimat yangㅡlagi-lagi, menurut sayaㅡperlu pemahaman lebih. Untuk yang doyan berpuisi, di sela-sela cerita, penulis juga menyisipkan banyak lirik dan puisi yang cantik yang mendukung ceritanya lho.

Latar ceritanya juga sangat dongeng dan mengajak fantasi kita ikut berpetualang. Saya suka sekali dengan penamaan Istana Masa Kini dan Kastil Masa Lalu. Selain nama-nama tempat, penulis juga membuat beberapa istilah unik di dalam bukunya. Jadi kalau membaca buku ini benar-benar butuh suasana yang tenang di malam, seperti pesan yang akan ditemukan di halaman paling awal.

Sedangkan untuk alur ceritanya, jujur saya nggak begitu yakin apakah menggunakan alur flashback atau bukan. Karena petualangannya semacam lintas waktu(?), jadi saya merasa demikian.

Untuk saya, membaca buku ini seperti tengah menikmati gabungan antara “Alice in Wonderland” dan “Harry Potter”. Penulis berhasil mengusung tema tentang hati dan mimpi lantas menggabungkannya dengan sesuatu berbau magis. Beberapa bagian dalam cerita juga berhasil menyadarkan saya akan diri saya sendiri, yang mungkin selama ini tidakㅡatau mungkin saya tolakㅡrasakan. Jadi sempat dibuat galau juga haha~ bacanya baper sih!

Kalaupun ada kekurangan, saya merasa kalau porsi Gadis Penenun Mimpi sangatlah sedikit. Padahalㅡlagi dan lagi, menurut sayaㅡdia yang lebih banyak berkorban. Dia harus mengorbankan Hatinya terus-menerus hanya untuk menebus dosa yang menurut saya nggak bisa dibilang salah.

Lalu keberadaan kertas terbang. Saya rasa dibandingkan itu, ada ciri-ciri yang jauh lebih unik dari diri si pria. Yang lebih sering dibawa kemana-mana 🙂 /Sudah, nanti kamu spoiler!/

But after all, bukunya sangat menarik. Beruntung sekali saya berkesempatan mencicipi karya debut kak Gina! Cant wait for the next book yang sedang dalam proses pengerjaan. Semoga cepat selesai dan bisa berbagi cerita cantik lagi dengan pembaca ya, Kak!

Now, last but not least! Saya dan rekan Host blogtour GPM akan mengadakan giveaway buku ini di tanggal 28 Januari nanti lho. Seperti apakah kuis dan cara mengikutinya? Tunggu tanggal mainnya ya! 😀

4

Tidak akan ada yang bisa mencegah Hatimu untuk tidak terluka. Tidak ada yang bisa melindungi Hatimu dari kejamnya duniaㅡdan orang-orangnyaㅡbahkan dirimu sendiri. Namun luka itu, yang paling parah sekaligus, pasti akan sembuh di kemudian hari. Jika kamu tahu bagaimana cara untuk merawatnya dengan baik dan bagaimana menyejukkannya. Lalu jika kamu lelah menanggungnya sendiri, tunggu saja! Kamu akan segera bertemu dengan seseorang yang juga tengah berusaha mengobati Hatinya. Berdua, kalian akan lebih mudah untuk mengobati luka di Hati masing-masing. Berdua, kalian akan lebih cepat pulih dari lara Hati yang kalian pikul selama ini.

Tidak percaya? Kalau begitu mari kita bersama-sama ke Ujung Pelangi, barangkali satu-dua mimpi indah bisa membuatmu mempercayainya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s