[ REVIEW NOVEL ] “THE BOND” by Eve Shi

eve-vert
Judul : THE BOND (IKATAN)
Penulis : Eve Shi
Penerbit : Twigora
Tebal : 248 halaman
Genre : Fiksi ㅡ  Mystery ㅡ Horror ㅡ Thriller
Harga Resmi : 60,000 IDR

Nina yang tengah berkabung atas meninggalnya mama, menemukan kaset-kaset yang merupakan harta tersembunyi milik ibu tirinya itu saat tengah mengosongkan isi rumah. Sialnya, seakan tak memahami kesedihan Nina, kabar dari kawannya turut memperburuk keadaan. Seorang klien yang ia percaya, kabur dengan membawa sejumlah uang yang seharusnya merupakan biaya pembayaran untuk kerja keras Nina. Merasa ditempa masalah bertubi-tubi, Nina memilih mengasingkan diri di rumah Belanda yang merupakan peninggalan keluarga mama turun-temurunㅡyang kini diwarisi Nina.

Namun alih-alih menemukan kedamaian dan kepala dingin seperti yang diinginkannya, Nina justru berhadapan dengan misteri yang selama ini ditutup mamanya rapat-rapat. Dengan walkman yang dibelinya, Nina menguak satu per satu rahasia di dalam kaset peninggalan mama. Rahasia dan misteri yang melibatkan mereka-mereka yang tak terlihat, yang menghantui tak hanya masa muda mamanya, namun juga Nina sendiri.

.

.

.

Malam paling gelap sebelum terbit fajar. Setelah kesulitan mencapai puncaknya, barulah ada kemudahan. ㅡ hal. 19

Jangan saling menyalahkan. Itu sama dengan ular yang mengejar ekor sendiri: tak ada habisnya. ㅡ hal. 34

Kemampuan, tak peduli tinggi atau rendah, selalu bisa diasah. ㅡ hal. 36

Melabuhkan hati pada cinta yang baru bukan proses satu pekan selesai, tetapi jauh dari mustahil. ㅡ hal, 127

Cinta tak berarti harus saling berdampingan, harsh but true. ㅡ hal. 189

merampas anak dari keluarga mereka bukanlah asuhan yang bertanggung jawab. ㅡ hal. 219

Saat pengampunan tak terjangkau, kedamaian akan menjadi pengganti yang setimpal. ㅡ hal. 234

Sometimesjust sometimes, life can be perfect.  ㅡ hal. 241

betapa cinta kadang menyakiti orang lain. ㅡ hal. 141

Cinta memang jauh lebih rumit dan besar dari pihak-pihak yang saling mencinta. ㅡ hal 242

.

.

.

Buku ini merupakan buku misteri ketiga dari Eve Shi yang saya baca. ” The Bond” terinspirasi dari kasus Ryan dan Alice di Pennsylvania, Amerika Serikat, pada pertengahan abad 20ㅡtertulis di bab menjelang akhir bukuㅡdengan sedikit tambahan dan pengembangan oleh penulis. Dan seperti halnya dua buku lain yang telah saya baca, “Aku Tahu Kamu Hantu” dan “Unforgiven”, buku ini pun masih mengusung tema yang mirip, di mana tokoh utama bertemu dengan makhluk astral yang meminta bantuan.

Disampaikan dengan sudut pandang orang ketiga, buku ini fokus pada cerita Nina dan Shava, mamanya. Alurnya pun menggunakan flashback yaitu di masa sekarang ini (Nina) dan tahun 1989 (Shava). Namun tidak perlu takut kebingungan, karena di setiap bab, penulis akan menuliskan nama tokoh yang menjadi fokus ceritanya.

Selain Shava dan Nina, muncul pula beberapa karakter yang turut meramaikan misteri buku ini. Dan mau kasih sedikit spoiler juga, hantunya nggak seram kok, sama sekali. Jadi yang ingin beli buku ini tapi takut terbayang-bayang hantu seram, silakan tepis pikiran tersebut hehe

Saya selalu suka dengan gaya bercerita Eve Shi. Pemilihan bahasanya enteng, jadi saya bisa dengan mudah hanyut dalam kelam ceritanya. Dan poin lain yang saya sukai dari  buku ini adalah ceritanya yang terasa lebih dewasaㅡbukan isi kontennya yaㅡjika dibandingkan dengan dua buku lain yang dituturkan dari sudut pandang remaja. Meski demikian, penulis juga masih menyelipkan secuil kisah cinta remaja. Penggambaran penulis tentang era tahun 1989 juga bagus. Mungkin karena saya sendiri lahir di tahun 1990-an awal, jadi tidak susah menggambarkan situasinya yang jadul hehe

Untuk kekurangan, saya tidak menemukan terlalu banyak. Paling-paling hanya porsi Taruna/Dewo yang terasa kurang. Padahal menurut saya ke-hero-annya bisa ditonjolkan lebih dari itu. Kemudian akhir kasus penculikan yang menurut saya menggantung, di mana pada akhirnya kedua orangtua korban tetap tidak mengetahui seperti apa nasib kedua anak mereka (oke, ini spoiler lagi). Dan yang terakhir adalah cover yang terasa kurang eye-catching. 

But well, apapun kekurangan yang saya sebutkan di atas, buku ini tetap saya rekomendasikan untuk mereka yang gemar horor yang nggak sekedar horor(?). Poin lain yang saya suka dari tulisan Eve Shi, makhluk-makhluk kasat mata yang diceritakan tidak pernah benar-benar bermaksud jahat dan justru malah menginginkan kebenaran terkuak. Yah, meski saya juga tetap ogah sih mengalami hal semacam itu hahaha

 3setengah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s