[ REVIEW NOVEL ] “Holy Mother” by Akiyoshi Rikako

Judul : Holy Mother
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Penerbit HARU
Tebal : 277 halaman
Genre : Fiksi ㅡ  Crime ㅡ Mystery
Harga Resmi : 69,000 IDR

Honami mengalami kelainan yang membuatnya kesulitan untuk memiliki seorang anak. Ia dan suaminya telah menghabiskan uang dan melakukan segala cara agar mereka bisa memiliki momongan, mulai perawatan kemandulan sampai berbagai metode inseminasi buatan. Berkali-kali gagal hamil dan keguguran, akhirnya Honami berhasil mengandung. Dan ia telah bersumpah ia akan melindungi anak ituㅡanak perempuannya satu-satunyaㅡsekuat tenaga, jiwa dan raganya.

Matanya yang mungil, bibirnya yang imut, jemarinya yang bulat, dada kurus yang naik turun dengan teratur. Anak itu… bahkan kalau perlu Honami akan melindunginya dengan nyawanya. ㅡ hal. 10

Namun suatu hari, di kota Aiide yang tenang, terjadi sebuah kasus menggemparkan. Seorang anak laki-laki ditemukan tak bernyawa. Dihabisi dengan cara keji dan brutalㅡanak itu mengalami kekerasan seksual setelah direnggut nyawanya. Mengetahui hal tersebut, tentu saja Honami menjadi sangat ketakutan dan mengkhawatirkan keselamatan putrinya itu. Ia tidak bisa diam saja saat ada pembunuh kejam berkeliaran di sekitarnya, mengancam keselamatan putrinya.

Anak ini, putrinya, harus dia lindungi. Demi itu, dia rela melakukan apa pun. Seorang ibu yang melindungi anaknya akan mengerahkan seluruh kekuatannya. Aku tidak akan membiarkan kasus ini memporakporandakan keluargaku. Dia akan mengawasi putrinya dengan ketat, dan meyakinkan keamanannya.

Karena dia anak mukjizatku. ㅡ hal. 18

Lantas seperti apakah usaha Honami untuk menyelamatkan anaknya dari monster pembunuh itu?

.

.

.

Buku ketiga Akiyoshi Rikako-sensei yang saya baca (meski saya belum menyelesaikan “The Dead Returns” dan malah lompat ke buku ini sih)! Selalu menantikan karya-karya beliau karena selalu berhubungan dengan pembunuhan! Favorite crimes! /insert smirk emot/

Awalnya saya pikir buku ini akan menyelipkan unsur Kristiani, berhubung judulnya yang berbau Holy. Namun rupanya saya salah terka. Meski demikian, titik berat cerita memang ada pada sosok ibuㅡHonami. Tentunya juga dibumbui dengan tema kriminalitas yang sedap!

Penokohan di buku ini tidak banyak berbeda dengan buku-buku Akiyoshi-sensei yang lain. Penuh misteri dan sarat dengan ‘kegilaan’. Jadi saat membaca, saya benar-benar nggak bisa berhenti karena ingin tahu dan menguak misteri dari masing-masing tokoh yang ada di dalamnya.

Selain Honami, ada beberapa tokoh lain yang menjadi sorotan dalam buku ini. Pertama, ada siswa SMU bernama Tanaka Makoto dan dua orang detektif, Sakaguchi dan Tanizaki. Salah satu tokoh benaran bikin saya cengo lho, naisss!!

Dan dengan sudut pandang orang ketiga sebagai penutur cerita, membaca buku ini jadi makin asik! Apalagi part cerita milik si pembunuh. Apa ya? Jadi semacam memahami perasaan membunuh dan alasan dibaliknya. The odd thing is somehow I’m in the culprit’s side all the time I’ve read this book hahaha~ Dan bukan Akiyoshi Rikako-sensei kalau nggak doyan kasih plot-twist kayanya. Lagi-lagi tebakan saya meleset saat menebak…..ah, sudahlah, nanti spoiler 😀

Lagi-lagi mirip dengan kedua buku Akiyoshi-sensei yang lain, “Holy Mother” menggunakan alur maju-mundur. Kadang pas flashback saya agak gemes juga karena ingin cepat-cepat tahu bagaimana pembunuhnya ketahuan. Untungnya bisa sabar dan tidak main curang dengan baca lompat-lompat hahaha~

Lalu selain plot-twist, saya pikir keunggulan buku ini ada pada beberapa info dan ilmu yang dibagikan. Seperti tentang perawatan kemandulan yang dialami Honami, penjelasan tentang senyawa kimia, dan analisis kriminal. Jadi tidak hanya menikmati cerita, saya pun juga dapat hal-hal baru untuk diketahui.

Dan kesemuanya ini bisa dinikmati dengan sangat baik berkat tim penerjemah Penerbit Haru yang selalu jempolan. Rasanya saya belum pernahㅡdan semoga tidak akan pernahㅡdikecewakan oleh hasil terjemahannya. Selalu asik dan serasa seperti tidak baca buku terjemahan. Kece lah~

Membaca “Holy Mother”, saya makin sadar kalau seorang ibu benar-benar bisa dan akan melakukan apapun untuk menjaga kedamaian keluarga, terutama jika menyangkut anak-anak. Meski saya tidak bisa membenarkan seratus persen semua tindakan yang ada di dalam buku, saya semacam yakin di luar sana mungkin ada ibu yang benar-benar bersedia menjadi sosok paling buruk sekalipun untuk melindungi anak-anaknya.

Dari jendela, sinar matahari sore terpancar. Di tengah cahaya yang menyilaukan, ibunya yang memeluk anak kecil itu seperti memancarkan sinar lembut. Sosoknya seperti dewi penyelamat, berdiri sambil sedikit bergoyang. ㅡ hal. 126

I awarded these stars to “Holy Mother”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s