[ REVIEW NOVEL ] “Momiji” by Orizuka

Judul : Momiji
Penulis : Orizuka
Penerbit : Penerbit INARI
Tebal : 203 halaman
Genre : Fiksi ㅡ  Family 
Harga Resmi : 59,000 IDR

Pabel sama sekali tidak menganggap namanyaㅡPatriot Bela Negaraㅡkeren. Sebenarnya keren sih, seandainya ia juga dianugerahi fisik yang sama gagahnya dengan namanya. Sayang, kenyataannya ia tidak memiliki kondisi sesempurna itu. Hal itu membuat masa-masa sekolahnya sama sekali tidak menyenangkan.

Lelucon tentang namaku tidak pernah lucu, tetapi lebih dari cukup untuk menghancurkan rasa percaya diriku yang dari awal memang nyaris nihil. ㅡ hal. 5

Memutuskan untuk mengakhiri penderitaan akibat nama ‘kebesaran’nya itu, Pabel mati-matian belajar keras untuk bisa belajar di Jepang. Ia berekspektasi, di Jepang nanti, tidak akan ada yang memahami arti namanya maupun mengolok-oloknya seperti masa-masa sekolah.

Kerja kerasnya berbuah manis. Akhirnya Pabel mampu menapakkan kaki di Jepang untuk program pendek di musim gugur. Di sana, ia tinggal di rumah keluarga Shiraishi yang menerimanya dengan sangat baik. Bahkan kejutan sepertinya telah menantinya, karena rupanya keluarga Shiraishi punya anak gadis seusianya yangㅡjika dilihat dari fotonyaㅡsangat imut. Momiji namanya.

Momiji berarti dedaunan yang berubah merah di musim gugur, identik dengan maple Jepang; dedaunan yang seolah memberikan rasa hangat di tengah dinginnya musim itu. ㅡ hal. 8

Pabel jadi menanti-nantikan pertemuannya dengan gadis ituㅡyang menurut penjelasan sang ibu tengah berada di luar kota. Dan benar saja, saat pulang ke rumah, Momiji benar-benar memberi Pabel kejutan yang luar biasa tak terduga.

.

.

.

Momiji adalah karya terbaru Orizuka sekaligus novel pertamanya yang diterbitkan lewat Penerbit Inari, setelah sebelumnya sukses menerbitkan beberapa buku di Penerbit Haru. Dan untuk saya, ini adalah buku kedua Orizuka yang bersettingkan luar negeri (atau mungkin ada lagi yang lain tapi saya belum baca hehe) setelah “Infinitely Yours”.

Awalnya saya agak ketir-ketir membaca buku ini, karena buku Orizuka yang saya baca sebelum ini (yang diterbitkan di penerbit lain) sedikit kehilangan rasa “Orizuka”nya. Ditambah covernya yang entah bagaimana mengirimkan sensasi mellow. Saya lebih suka karya Orizuka yang bernuansa ceria sih, alih-alih sendu. Namun rupanya pendapat saya terbukti keliru. Hanya dengan membaca beberapa bait paragraf di halaman awal saja saya tahu kalau saya akan membaca karya Orizuka yang saya kangeniㅡbuku Orizuka terakhir yang saya baca adalah “The Chronicles of Audy”.

Seperti yang saya tulis di atas tentang setting luar negeri, “Momiji” menggunakan Jepang sebagai latar belakangnya. Tentu saja saya makin bersemangat baca karena negara itu adalah negara favorit saya sejak saya masih kecil. Efek nama? Barangkali hehehe

Sama seperti TCoA, “Momiji” didominasi tema keluarga. Bahkan menurut saya, dibandingkan usaha Pabel (si tokoh utama) untuk menjadi sekeren namanya, porsi Momiji dan keluarganya lebih banyak jadi sorotan. Saya tidak keberatan sih, toh dari cover dan judulnya sendiri sudah ketahuan isi dari bukunya akan lebih banyak menceritakan siapa. Namun karena diceritakan lewat sudut pandang Pabel, kita jadi harus bersabar untuk menunggu terkuaknya konflik yang terjadi di keluarga Shiraishi.

Tokoh-tokoh di dalam buku ini tidak banyak, jadi mudah dihafal. Selain Pabel dan Momiji, ada keluarga ShiraishiㅡKento-san sang ayah, Nanami-san sang ibu, dan Kazuki si anak bungsuㅡserta Sanjo Kanon si gadis cantik dari akademi. Dari keseluruhan tokoh, perkembangan Nanami-san yang paling bikin kaget untuk saya hahaha~ what a cool mom!

Ada beberapa poin kece yang saya temukan di buku ini sih. Pertama, tentu saja, penyuguhan settingnya. Berhubung telah ditulis di halaman terakhir bahwa penulis pernah berkunjung ke Osaka sebelumnya, menjelaskan kenapa deskripsi kota tersebut cukup detil. Ada banyak destinasi-destinasi yang tersebut berikut penjelasannya juga. Kedua, diselipkan juga kehidupan-kehidupan gengㅡyankee dan geng motorㅡdan kelompok tunawisma di sana. Meski tidak banyak, cukup menambah wawasan lho. Barangkali kalau ke Osaka, kita bisa aware dengan kelompok-kelompok ini. Ketiga, seluncur indah (ini sama dengan figure skating bukan sih? << nggak paham olahraga). Adegan nyaris di penghujung buku itu keren lho!

Dan seperti yang sudah saya tulis di atas pula. “Momiji” akan menyuguhkan cerita yang bikin perasaan campur aduk. Mulai dari kocaknya kehidupan Pabel ditambah interaksinya dengan Momiji, sampai perasaan hangat saat keluarga Shiraishi mengatasi konflik mereka. Meskipun hal yang sama beberapa kali saya temukan di beberapa buku Orizuka yang lain, tetap saja nggak ngebosenin kok.

Gaya bahasanya sendiri ringan. Salah satu alasan kenapa saya menjadikan Orizuka sebagai salah satu author lokal favorit. Ceritanya selalu bisa mengalir dengan baik tanpa harus ada kata-kata atau kalimat-kalimat dengan bahasa tingkat tinggi yang membuat kita harus mengerutkan dahi bahkan sampai buka KBBI.

Namun yah, karena ini cerita memang sebenarnya milik Pabel, saya mengharapkan porsi anak itu bisa lebih ditambah lagi. Ke-hero-annya sedikit kurang tereksplor sebenarnyaㅡkarena fokus pada Momiji. Kemudian seluncur indahnya juga rasanya kurang dapat jatah. Saya jadi mengharap ada semacam buku sekuel (tidak harus dibuat berseri) tentang bagaimana Pabel kembali ke Indonesia dan mengubah imejnya dari laki-laki lemah menjadi segagah namanya. Toh di akhir cerita (SPOILER dikit deh 😀 ) Momiji bilang ingin main ke Indonesia juga. Boleh dong saya berharap? Hehehe~

Aku ingin melihat Momiji berubah merah secara sempurna, layaknya semua momiji di musim gugur, ㅡ hal. 203

Last but not least, super duper thank you untuk Dedek Rubah Inari yang memberikan kesempatan kerja sama dan mengijinkan saya kenalan dengan Pabel dan Momiji. Pertama kalinya nih hehe asik dan seru karena bisa kenalan dengan juga dengan bookstagrammer-bookstagrammer lainㅡsampai jadi #MomijiSquad! Mari ketemu lagi di lain waktu 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s