Novel · Penerbit SPRING · review

[ REVIEW NOVEL ] “Cress” by Marissa Meyer

cress
Judul : Cress
Penulis : Marissa Meyer
Penerbit : SPRING (HARU media)
Tebal : 575 halaman
Genre : Fiksi ㅡ FantasySci-FiDysthopia
Harga Resmi : 115,000 IDR

…read more

Advertisements
Blog Tour · GIVEAWAY · Novel · Penerbit SPRING · review

[ BLOG TOUR | REVIEW NOVEL | GIVEAWAY ] “To All The Boys I’ve Love Before” by Jenny Han

00_BANNER Blog Tour TATB

Di salah satu sudut kamarnya, Lara Jean menyimpan rahasianya. Tersimpan rapi di dalam kotak topi pemberian ibunya, Lara Jean meletakkan banyak benda-benda favoritnya. Di antaranya ada lima pucuk surat. Surat yang ia tulis sendiri, untuk lima cowok yang pernah ia taksir. Surat-surat yang memang sengaja tidak dikirimkan karena itu adalah curahan hati Lara Jean. Pelampiasan untuk melepas rasa sukanya pada kelima cowok yang tidak akan ia miliki.

“Surat-surat cintaku itu bukan seperti surat cinta pada umumnya. Semua kutulis di saat aku tidak ingin mencintai mereka lagi. Semua kutulis sebagai salam perpisahan.

Kalau cinta diibaratkan seperti kerasukan arwah, mungkin bagiku surat-suratku itu semacam upacara pengusiran arwah.” ㅡ hal. 5

.

.

.

…read more

Novel · Penerbit SPRING · review

[ REVIEW NOVEL ] “Fangirl” by Rainbow Rowell

20150107_094359

Judul : Fangirl
Penulis : Rainbow Rowell
Penerbit : Spring Publisher (Penerbit Spring)
Tebal : 454 Halaman
Kategori : Fiksi – Roman – Young Adult


Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!


Cath tidak begitu gembira menghadapi tahun pertamanya di Perguruan Tinggi, atau malah bisa dibilang, ia takut. Ia pribadi yang tertutup, ia tidak cukup pandai berbaur dan mendapatkan teman. Selama delapan belas tahun hidupnya ia selalu ada di sebelah Wren—saudari kembarnya—yang sekarang memilih untuk meninggalkannya dengan memilih kamar asramanya sendiri, bukan dengan Cath. Membuat Cath harus rela berbagi kamar dengan Reagan, kakak tingkat yang gemar membawa mantan pacarnya—Levi—ke kamar mereka berdua. …read more